Jamkeswatch Subang Kolaborasi Bersama Menakolan Bantu Balita Penderita Delayed Walking

  • Whatsapp

Subang, KPonline – Adalah Fajar, anggota PUK SPAI FSPMI PT Budi Makmur Perkasa yang awal mulanya mengetahui dan menceritakan kepada Asep Kahdar, Sekretaris Jamkeswatch Subang, bahwa ada seorang anak balita, bernama Ahmad berusia 3 tahun lebih yang tumbuh kembangnya tidak seperti anak balita pada umumnya.

Balita tersebut tinggal bersama Tarmi sebagai pengasuhnya yang berdekatan dengan rumah mertua Fajar, di Kp Kondang, RT 14 RW 04, Desa Tanjung Rasa Kaler, Kecamatan Patok Beusi, Kabupaten Subang.

Bacaan Lainnya

Disampaikan pula oleh Fajar bahwa anak balita tersebut membutuhkan alat roda bayi untuk kegiatan kesehariannya dan tentunya dibutuhkan penanganan medis, dikarenakan kondisi tubuhnya terlihat seperti kaku menghambat pertumbuhan sehingga di usianya yang 3 tahun lebih tersebut belum bisa berjalan (delayed walking) dan juga berbicara.

Pada Senin (1/3/2021) pukul 13.00 WIB, setelah mengirimkan donasi berupa pakaian layak pakai, obat obatan, mie instan, dan makanan siap saji bagi korban banjir di Kp Mulyasari Pamanukan Kab.Subang, Team Jamkeswatch Subang yang diwakili Asep Kahdar dan Iik Syariyatin bersama tim dari komunitas Menakolan (Menebar Nasi Kotak Jalan) yang berasal dari Subang kota, memutuskan menemui balita Ahmad.

Sesampainya di Kp Kondang, tepat nya di rumah Tarmi selaku pengasuh balita Ahmad, tim disambut dengan ramah oleh tuan rumah dan Ahmad nampak sedang tertidur di ayunan kain samping.

Kepada Iik syariyatin, ketika ditanya hal ihwal tentang Ahmad, Tarmi menceritakan bahwa Ahmad tinggal bersama di rumahnya belum lama kurang lebih sekitar dua minggu, dan dititipkan langsung oleh ibu nya Ahmad. Memang benar seperti yang di ceritakan Fajar bahwa ahmad memang belum bisa berjalan dan berbicara.

Setelah urun rembug tim Menakolan memutuskan untuk membantu mengadakan sarana roda bayi berukuran besar, makanan, pampers, suplemen madu, makanan tambahan serta susu, dengan cara berkoordinasi para pemberi sodaqoh atau donatur dari komunitas Menakolan.

Adapun Jamkeswatch Subang akan berusaha membantu balita Ahmad menjadi peserta BPJS Kesehatan agar nanti apabila berobat bisa di Jamin pembiayaan nya oleh BPJS Kesehatan.

Hanya memerlukan waktu dua hari kebutuhan akan roda bayi, susu dan kebutuhan lain untuk balita Ahmad terkumpul, dan pada hari Rabu (3/3/2021) Fajar dan Yazid Al Bustomi menyerahkan semua keperluan balita Ahmad tersebut kepada Tarmi.

Tarmi selaku pengasuh balita Ahmad serta mewakili kedua orang tua Ahmad yang keberadaannya sudah berpisah itu, mengucapkan banyak terima kasih.

“Semoga Allah membalas segala kebaikan Bu Iik dari Menakolan, para pemberi sodaqoh, PUK SPAI FSPMI PT Budi Makmur Perkasa, yang sudah peduli kepada balita Ahmad,” ungkap Tarmi.

Sampai berita ini diturunkan untuk kepesertaan BPJS Kesehatan balita ahmad belum bisa diproses lebih lanjut karena tidak ada nya identitas diri dan data kependudukan balita ataupun kedua orang tuanya.

Penulis. : Aap
Foto. : Zoe

Pos terkait