Jamkeswatch Bogor Adakan Sosialisasi BPJS Kesehatan

Jamkeswatch Bogor Adakan Sosialisasi BPJS Kesehatan

Bogor, KPonline – PT Osha Asia menggelar sosialisasi Jamkeswatch dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), Minggu (10/9/2017). Acara dengan topik yang tengah hangat ini sengaja diagendakan sebagai pemecah rasa keingintahuan karyawan PT Osha Asia terhadap Jamkeswatch dan BPJS Kesehatan.

Nara sumber dari Relawan Jamkeswatch Bogor adalah Indra Putra, Aden Artajaya, Antoni, Yogi Setiawan. Sedangkan Narasumber dari BPJS Kesehatan, dari bagian kepersertaan kantor cabang cibinong yang diundang untuk memberikan pemahaman seputar BPJS Kesehatan.

Tidak hanya anggota PUK SPL-FSPMI PT Osha Asia, ada juga masyarakat umum yang menjadi peserta sosialisasi.

Acara dimulai sekitar pukul 10.30 wib, dibuka oleh Korlap PUK SPL-FSPMI PT Osha Asia, Sarwan yang bertindak sebagai moderator.

Sambutan pertama disampaikan Perwakilan pengurus PUK SPL-FSPMI PT Osha Asia, Sidik.

Dalam pengantar singkatnya, Sidik menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan masih dirasakan belum menyentuh sampai pada akar rumput. Sehingga masih ditemui hal-hal yang semestinya tidak terjadi. Oleh karena itu, dia berharap sosialisasi ini dapat memberi ilmu dan pengalaman baru terhadap anggota mengenai program BPJS.

Acara berikutnya di lanjut sambutan dari mantan buruh exs PUK SPL FSPMI PT Lintec Indonesia, Fauzan.

Dalam sambutannya, Fauzan mengatakan bahwa BPJS lahir bukan semata mata anugerah dari pemerintah. Akan tetapi dari pergerakan buruh KSPI yang peduli terhadap sistem jaminan sosial nasional.

Ini membuktikan, buruh bukan hanya berdemo untuk kenaikan upah saja. Akan tetapi juga memperjuangkan rakyat indonesia untuk memiliki jaminan sosial yang lebih baik.

“KSPI bukan hanya di pabrik, tetapi terus bergerak ke publik.” katanya.

Lepas dari sambutan Fauzan, acara dilanjutkan oleh Wakil dari Jamkeswatch, Indra.

Indra mengawalinya dengan meyampaikan penjelasan tentang apa itu Jamkeswathch, pengertian relawan, kewajiban relawan, langkah langkah pendampingan hingga hal hal yang tidak boleh di lakukan oleh relawan.

Dia juga bercerita pengalaman-pengalaman di saat pendampingan pasien. Banyak terjadi kecurangan yang di lakukan oleh pihak rumah sakit, seperti merujuk pasien secara lepas, obat harus tebus di luar, ambulance yang di bebankan ke pihak pasien, keterbatasan ruang intensif yang tersedia dan penawaran rumah sakit kepada pasien untuk naik kelas.

Acara selanjutnya diisi oleh narasumber dari pihak BPJS bagian kepersertaan cabang Vibinong, Rifki.

Rifki menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS akan menggantikan sejumlah lembaga jaminan sosial yang ada di Indonesia yaitu lembaga asuransi jaminan kesehatan PT. Askes Indonesia menjadi BPJS Kesehatan dan lembaga jaminan sosial ketenaga kerjaan PT. Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

Transformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS dilakukan secara bertahap. Pada awal 2014, PT Askes akan menjadi BPJS Kesehatan, selanjutnya pada 2015 giliran PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Kesehatan berkantor pusat di Jakarta, dan bisa memiliki kantor perwakilan di tingkat provinsi serta kantor cabang di tingkat kabupaten kota.

Menurut Rifki, keanggotaan BPJS Kesehatan adalah wajib bagi seluruh warga negara Indonesia dan warga negara asing yang telah tinggal di Indonesia lebih dari 6 bulan.

Bagi PNS, jika telah menjadi anggota Askes otomatis akan diikutkan dalam keanggotaan BPJS. Sehingga tidak perlu datang ke kantor Askes/BPJS untuk memperbarui data, kecuali jika ada perubahan anggota keluarga (kelahiran anak ke-3 atau ingin mendaftarkan anggota keluarga yang lain).

Jika pada Askes, keluarga yang menjadi tanggungan hanya sampai anak ke-2, maka pada BPJS kepesertaan menjadi 3 anak (belum menikah dan di bawah 21 tahun atau di bawah 25 tahun jika kuliah). Anggota kaluarga yang lain dapat didaftarkan kepesertaannya dengan membayar iuran tambahan.

Dia juga mengapresiasi acara-acara seperti ini. Supaya masyarakat tahu akan manfaat BPJS bagi masyarakat.

Di akhir pemaparan, dia mengatakan kartu Jamkesmas atau Jamkesda bisa di tukar menjadi KIS PBI dengan membawa kartu tersebut ke kantor BPJS di sertai KK dan KTP.

Setelah break ishoma, acara selanjutnya dimulai pukul 13.00. Kali ini giliran Ketua Jakeswatch Regional 1, Aden.

Aden menjelaskan secara panjang lebar mengenai banyak hal tentang Jamkeswatch dan BPJS.

Diakhir sesi, dia memberikan kesempatan untuk bertanya jawab.

Banyak pertanyaan, persoalan dan diskusi yang muncul. Baik para pengurus maupun anggota PUK SPL-FSPMI PT Osha Asia. Mereka saling berbagi pengalaman tentang pelayanan pada program BPJS kesehatan.

Nampaknya para peserta benar-benar antusias dan haus akan informasi yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan. Terbukti, usai kegiatan, banyaknya anggota yang menyatakan bergabung di Jamkeswatch.

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*