Inilah Perjuangan Panjang 55 Anggota PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama Melawan Intimidasi

Inilah Perjuangan Panjang 55 Anggota PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama Melawan Intimidasi

Bogor, KPonline -Tidak terbayangkan sebelumnya, jika saat ini hanya tersisa 55 orang anggota dari 136 anggota pada awal pendiriannya. PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama 53 orang anggotanya merupakan perempuan, tapi bukan berarti mereka lemah. 2 orang lagi adalah kaum laki-laki yang statusnya saat ini masih buruh kontrak. Meskipun mayoritas dari mereka adalah kaum buruh perempuan, akan tetapi, tidak boleh kita menganggap remeh pergerakan dan perjuangan mereka selama ini.

Meskipun, ada serikat pekerja mandiri bentukan dari pihak Management, akan tetapi mayoritas dari 1200-an buruh di PT. Anugerah Abadi Bersama tidak berserikat. Seperti yang dituturkan oleh beberapa orang kawan-kawan buruh yang bernaung dibawah bendera FSPMI, kebanyakan dari mereka takut untuk berserikat. Berbagai macam alasan, mereka yang enggan berserikat, mereka kemukakan. Diantaranya adalah dugaan tindakan intimidasi secara personal, ketika ada buruh PT. Anugerah Abadi Bersama yang ingin bergabung bersama FSPMI.

Selain hal tersebut, mereka yang enggan berserikat rata-rata malas untuk belajar dan bergerak bersama didalam satu barisan adalah alasan yang lainnya. “Nggak mau menanggung resiko. Maunya titip nasib doank” ungkap salah seorang kawan buruh dari PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, karena hingga saat ini, pihak Management “belum mengakui secara penuh” keberadaan PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama.

“Dugaan tindakan Intimidasi di PT. Anugerah Abadi Bersama sudah keterlaluan. Dari pihak Management, orang-orang yang pangkatnya Manager, Supervisor pun sering melakukan dugaan tindakan intimidasi terhadap kami (anggota PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama) secara mental” tutur kawan buruh perempuan lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Bahkan sampai satpam pun, sering ikut-ikutan “ngeledek” kami” lanjutnya. Miris sekali, dengan status dan sebutan yang sama, yaitu buruh, masih saja ada bentuk dugaan tindakan intimidasi dalam bentuk menjatuhkan mental seseorang.

Tidak hanya dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak Management PT. Anugerah Abadi Bersama. Terjadi pelanggaran upah yang cukup serius dan perlu perhatian dari segenap stakeholder yang mempunyai kepentingan. Dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor, FSPMI Bogor pun sepertinya perlu menindak lanjuti pelanggaran upah yang terjadi di PT. Anugerah Abadi Bersama. Pabrik garment yang memproduksi pakaian jadi ini, beralamat didaerah Wanaherang, Gunung Putri, Bogor.

PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama belum lama berdiri, sekira 2 tahun lamanya, sehingga mereka masih butuh memdapatkan perhatian dari perangkat organisasi. Karena ditempat mereka bekerja, hingga saat ini, kelebihan jam kerja tidak pernah diperhitungkan sebagai jam kerja lembur. “Kadang 1 jam, 1,5 jam juga sering. Pokoknya sampai target produksi tercapai” jelas perempuan paruh baya yang juga merupakan salah seorang anggota Garda Metal.

Sering terjadinya bentuk-bentuk dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh pihak Management, membuat PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama semakin kuat dan kompak. Tapi dalam hal pelanggaran upah dan kelebihan jam kerja yang tidak diperhitungkan sebagai jam kerja lembur, membuat PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama kesulitan dalam bernegosiasi. Pasalnya, pihak Management selalu mengelak dengan berbagai alasan. “Sibuk lah, ini lah itu lah. Bukan kami tidak berani, akan tetapi kami belum mempunyai ilmu dan pendidikan yang cukup dalam menghadapi pihak Management” ungkap kawan buruh perempuan PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama yang lainnya.

Masihkah kita diam, ketika mendengar, melihat dan menyaksikan penindasan terhadap kawan-kawan buruh? Bagaimana sikap kita sebagai kaum buruh? Ada jutaan buruh yang enggan berserikat, ada jutaan buruh yang sudah berserikat tapi hanya sekedar berserikat, dan ada jutaan buruh yang sudah berserikat tapi belum paham dan mengerti, apa dan bagaimana berserikat. Dan hanya ada satu kata. Lawan !

________
*Tulisan ini merupakan hasil perbincangan sekaligus wawancara kepada 5 orang anggota PUK SPL-FSPMI PT. Anugerah Abadi Bersama pada Sabtu 6 Oktober 2018
*nama-nama yang terlibat dalam tulisan ini, sengaja tidak dipublikasikan dengan alasan kenyamanan dan keselamatan

(RDW)

Facebook Comments

Comments are closed.