Ini Hasil Pertemuan Buruh dengan Kemnaker

Jakarta, KPonline – Sekitar satu jam pimpinan buruh diterima oleh Kemnaker RI. Tepat pukul 14.30 WIB pimpinan buruh menyampaikan hasil audiensi di atas mobil komando, depan Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (04/11/2022).

Di media massa gencar “pengusaha hitam” sedang berkampanye bahwa resesi akan terjadi dan mengancam PHK di 2023. Said Iqbal, Presiden KSPI menegaskan, tujuan mereka adalah tak lain agar tidak terjadi kenaikan upah yang signifikan.

Perwakilan buruh diterima pihak Kemnaker. Foto : Media Perdjoeangan/Wiwik

Sekitar 11 orang yang masuk ke dalam kantor Kemnaker diterima oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri (Istimewa).

“Sudah disampaikan tuntutan kita, inti dari tuntutan kita, besaran kenaikan upah minimal 13% juga dasar perhitungannya tidak menggunakan PP36/2021,” ucap Ramidi, Sekjen KSPI di atas mobil komando.

Ketidakhadiran Ida Fauziah dalam agenda hari ini membuat tidak ada keputusan apapun. Dirjen Kemnaker menyampaikan bahwa semua sedang dalam proses pertimbangan. Dalam waktu dekat buruh diminta untuk bersurat ke kemnaker menindaklanjuti kembali.

Bicara soal PHK karena resesi yang digiring opini oleh “pengusaha hitam” (red), buruh mengatakan juga bahwa Kemnaker diminta untuk meredam siapa pun itu yang menyampaikan isu tidak benar.

Ramidi juga menjelaskan, soal UU Omnibus Law, sebelum ada revisi dari pemerintah buruh akan terus gencar melakukan perlawanan. Buruh berjanji akan berdemo kembali di Kemnaker secara intensive sebelum 21 November.

Pihak Kemnaker sendiri membantah, jika sudah berstatment tentang besaran upah minimum tahun 2023. “Kita tunggu niat baik kemnaker, jika tidak, akan dilakukan segera mogok nasional,” tutup Ramidi.

Massa buruh membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.00 WIB. (Mia)