Indahnya Mahligai Pernikahan Berbalut Bandana Merah

  • Whatsapp

Pekalongan, KPonline – Ketika melihat pasangan yang baru menikah, biasanya kita akan terbawa suasana bahagia penuh senyum. Ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.

Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah.

Seorang sahabat yang murah senyum, setelah menikah senyumnya makin selalu mengembang.

Aih… Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi.

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan pernikahan.

Dalam firmanNya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).

Menikah itu Subhanallah indahnya, dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri.

Beliau mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? Karena semuanya dinikmati berdua. Hidup seperti baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan membimbingnya sepenuh hati.

Ya, hari ini minggu (19/8) adalah hari yang sangat berbahagia bagi pasangan Jamaludin dan Nur Hikmah yang baru saja melangsungkan pernikahannya di kediaman mempelai wanita di Jl. Pelita 2, Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Jamaludin adalah seorang Garda Metal Bogor Raya dari PUK SPAMK FSPMI PT. FSCM MANUFACTURING INDONESIA Plant 3, Cileungsi.

Teman sejawat di Garda Metal dan PUK PT.FSCM turut mengiringi dari Cileungsi untuk menjadi saksi hari pernikahan Jamaludin di Pekalongan. Tak lupa ‘Bandara Merah’ Garda Metalnya turut serta dibawa menjadi pelengkap hari kebahagiaan nan sakral ini.

Sebait Doa Rasulullah Saw kala pernikahan Ali Bin Ali Thalib dan Fatimah mereka sampaikan untuk pasangan baru Jamaludin dan Nurhikmah “Semoga Allah Swt. menghimpun yang terserak berasal dari keduanya, memberkati mereka berdua, kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka. Menjadikan sebagai pembuka pintu rahmat, sumber ilmu, sumber hikmah, serta pemberi manfaat bagi umat.” (Jim).