Hasil Perjuangan May Day FSPMI Jatim, Jalur Afirmasi Anak Buruh Permudah Akses Pendidikan di Jember

Hasil Perjuangan May Day FSPMI Jatim, Jalur Afirmasi Anak Buruh Permudah Akses Pendidikan di Jember

Jember, KPonline – Hasil perjuangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pekerja di Kabupaten Jember. Salah satu capaian yang mendapat sambutan positif adalah hadirnya jalur khusus afirmasi anak buruh yang memberikan kemudahan bagi putra-putri pekerja untuk mengakses pendidikan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

 

Bacaan Lainnya

Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, Jazuli, menegaskan bahwa akses pendidikan bagi anak-anak pekerja merupakan bagian dari perjuangan buruh yang harus terus diperjuangkan. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak, termasuk anak-anak dari keluarga buruh dan pekerja sektor informal.

 

Di Kabupaten Jember, amanat hasil May Day tersebut dijalankan oleh Konsulat Cabang FSPMI Jember di bawah kepemimpinan Nofi Cahyo Hariyadi. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan jalur afirmasi anak buruh dilakukan sesuai hasil rapat DPW FSPMI Jawa Timur, di mana proses pendaftaran tetap dilakukan melalui satu pintu di DPW FSPMI Jatim agar pendataan dan pengawalan program dapat berjalan secara tertib dan tepat sasaran.

 

“Pelaksanaan jalur afirmasi anak buruh ini merupakan amanat hasil May Day dan keputusan rapat DPW FSPMI Jawa Timur. Karena itu, pendaftaran tetap dilakukan melalui satu pintu di DPW FSPMI Jatim sehingga seluruh proses dapat dikawal dengan baik,” ujar Nofi Cahyo Hariyadi.

 

Menurutnya, manfaat dari jalur afirmasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh anggota FSPMI di Jember. Program ini juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan pekerja, mulai dari buruh bangunan, pekerja sektor informal, petani, hingga masyarakat pekerja lainnya yang selama ini berharap adanya akses pendidikan yang lebih mudah bagi anak-anak mereka.

 

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tidak hanya anggota FSPMI Jember, para pekerja sektor informal, buruh bangunan, petani, dan masyarakat pekerja lainnya juga sangat senang dengan adanya jalur afirmasi anak buruh ini. Mereka merasa terbantu karena ada perhatian terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka,” kata Nofi.

 

Keberadaan jalur afirmasi anak buruh menjadi bukti bahwa perjuangan yang disuarakan dalam May Day tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan dan masa depan generasi penerus keluarga pekerja.

 

FSPMI Jember bersama DPW FSPMI Jawa Timur berkomitmen terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pekerja yang berhak. Dengan adanya jalur afirmasi anak buruh, diharapkan semakin banyak anak-anak dari keluarga pekerja yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih baik dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

 

Perjuangan buruh bukan hanya soal upah dan kesejahteraan hari ini, tetapi juga tentang memastikan anak-anak pekerja mendapatkan akses pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik,” tutup Nofi Cahyo Hariyadi.

Pos terkait