Mojokerto, KPonline-Memasuki hari Ke-9 perjuangan para pekerja PT. Pakerin. Pencairan gaji dan THR belum kunjung diberikan. Namun begitu perjuangan terus berlanjut dan tidak kendor.
Di hari sebelumnya beberapa kali aksi diprovokasi oleh preman. Dihari Ke- 9 malam ini (30/06/2026), kegiatan aksi dilaksanakan dengan menggelar doa munajat di depan pintu gerbang perusahaan.
Tepat pukul 8 malam, dipimpin oleh ustadz Hadi, pembacaan qataman Al Qur’an dimulai. Kemudian dilanjutkan dengan sholawat nabi dan doa munajat bersama
Ratusan massa karyawan PT. Pakerin yang memenuhi lokasi, terlihat begitu khusyuk dan antusias. Acara diakhiri dengan makan bersama nasi soto bantuan dari dermawan.
Meskipun beban ekonomi menghimpit keluarga, saat dikejar bayar biaya sekolah, cicilan atau tanggungan lain. Namun dengan kebersamaan perjuangan yang tidak lemah apalagi kendor. Mereka yakin Tuhan pasti memberikan yang terbaik.
Bagi karyawan PT. Pakerin tidak ada yang tidak mungkin, seruwet apapun masalah, sebanyak apapun kepentingan yang terlibat. Selagi tetap ikhtiar dengan aksi dan doa terus dilakukan, pasti ada jalan dan solusi.
Perjuangan yang sudah lebih dari 1,5 tahun ini, masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Dengan kegiatan doa munajat ini, mereka mengetuk pintu langit, membuka hati para pihak, agar permasalahan karyawan PT. Pakerin ini segera terselesaikan.