Sinergi Humanis Serikat Pekerja dan Polri, Kunci Jaga Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh

Sinergi Humanis Serikat Pekerja dan Polri, Kunci Jaga Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh

Oleh : Yanto, Sekbid Organisasi PP SPLP FSPMI

Hubungan industrial di Indonesia tidak bisa lagi hanya bicara soal produksi dan upah. Stabilitas keamanan, rasa aman, dan keadilan bagi pekerja menjadi prasyarat utama. Di titik inilah, sinergi antara serikat pekerja dan Polri kini berfokus pada pendekatan humanis dan kolaboratif.

Bukan lagi relasi aparat vs massa, melainkan kemitraan strategis. Tujuannya satu: menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

Tiga Pilar Kolaborasi yang Sedang Dibangun, Sinergi ini diwujudkan melalui langkah-langkah konkret:

Pertama, Pembentukan Desk Ketenagakerjaan Bareskrim Polri. Desk ini menjadi garda depan Polri dalam memahami persoalan buruh. Fokusnya bukan represif, melainkan penyelesaian yang berkeadilan.

Kedua, Dialog Terbuka untuk Menyampaikan Aspirasi. Ruang diskusi yang humanis dibuka lebar. Serikat buruh seperti KSPI, KSPSI dan FSPMI kini memiliki kanal untuk menyampaikan tuntutan, keresahan, dan gagasan tanpa harus berhadapan-hadapan di jalan.

Ketiga, Program Jaminan Sosial bagi Buruh. Melalui kolaborasi, Polri turut mendorong dan memfasilitasi agar pekerja mendapatkan akses perlindungan sosial yang layak.

Dapat kita lihat bentuk kolaborasi di lapangan saat ini, Kolaborasi ini sudah terasa nyata dalam beberapa bentuk:

– Penyelesaian Sengketa/Mediasi. Desk Ketenagakerjaan Polri aktif memediasi perselisihan industrial. Contohnya, membantu buruh yang terkena PHK agar mendapatkan hak kompensasi mereka sesuai aturan. Pendekatan mediasi ini mencegah konflik meluas dan menyelamatkan banyak keluarga pekerja.

– Fasilitasi Aspirasi. Kepolisian membuka ruang diskusi terbuka dan humanis dengan serikat buruh. Hasilnya, penyampaian pendapat di muka umum berjalan tertib dan aman. Polisi hadir sebagai pengaman, bukan menakut-nakuti. Buruh bisa menyuarakan isi hati tanpa rasa takut.

– Bakti Sosial dan Kesehatan. Melalui momentum seperti Hari Bhayangkara, Polri memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi para pekerja di berbagai daerah. Cek kesehatan gratis, donor darah, hingga edukasi K3 menjadi bentuk nyata Polri hadir untuk buruh.

Sinergi polri dan serikat pekerja sangat perlu ditingkatkan karena dengan sinergi diyakini menjadi kunci penting untuk 3 hal besar:

1. Melindungi hak-hak pekerja melalui jalur hukum dan dialog, bukan kekerasan.
2. Menjaga hubungan industrial yang harmonis antara buruh, pengusaha, dan negara.
3. Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, karena pabrik yang aman, pekerja yang sejahtera, adalah fondasi ekonomi yang kuat.

Di usia Polri yang ke-80 dengan tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, momentum ini harus dimaknai serius.

Ketika Polri hadir sebagai pengayom dan serikat hadir sebagai mitra kritis, maka ketentraman, kenyamanan, dan keadilan di dunia kerja bukan lagi utopia karena buruh yang aman, adalah Indonesia yang produktif.