Ghani, Bayi Dengan Lambung Buatan Yang Diadvokasi Jamkeswatch Gresik

  • Whatsapp

Lamongan, KPonline – Masih dalam momen liburan Muharram, selasa (11/09/2018) ada panggilan tugas bagi relawan JamkesWatch Gresik untuk berangkat ke Lamongan membantu sesama yang sedang membutuhkan advokasi penanganan kesehatan.

Namanya Ghani Dzakir al Hamzah, Ghani begitu biasa dia di sapa. Batita berusia 18 bulan yang tinggal di Mantup, Lamongan. Di usia yang masih bayi, ada penyakit misterius yang harus dia derita, Ileustomy status higstory of hisprung dieses begitulah nama ilmiah kedokterannya.

Dari cerita keluarga, ketika usia 4 hari perutnya kembung tidak bisa BAB. Hasil pemeriksaan tim dokter yang menangani perawatan menjelaskan bahwa ada penyempitan di usus dan harus di operasi untuk dipasang selang di anusnya, agar kotorannya bisa keluar. Setelah 15 hari dirumah sakit, Adek Ghani difoto colon in loop dan ternyata dia menderita kelainan syaraf usus (hisprung dieses) yang menyebabkan dia tidak bisa BAB secara normal.

Sehingga untuk membuang kotoran harus ada stomabag (lambung buatan) di luar bagian tubuhnya. Yang mana lambung buatan tersebut di gunakan untuk menampung makanan yang seketika itu langsung keluar saat mulutnya mengunyah dan mengkonsumsi makanan.

Tidak terbayangkan jika adek ghani harus memakai stomabag di sepanjang hidupnya.

Karena kondisi ekonomi orangtuanya yang hanya pekerja serabutan, dari kuli bangunan hingga tukang linting rokok tembakau, rasanya sangat menyiksa saat di haruskan membeli stomabag. Sedangkan rata-rata kebutuhan stomabag hingga 5 kali sehari. Dimana harga stomabag nya 60rb per satuannya.

Keluarga sudah berhutang kesana kemari untuk membeli stomabag agar adek ghani tetap memiliki lambung. Entah sampai berapa hutang keseluruhan orangtuanya karena harus membeli barang ini.

Dari kiriman di sebuah grup media sosial facebook, jamkeswatch melakukan advokasi, yang salah satu komennya menandai akun Facebook dari Zahid selaku korda DPD Jamkeswatch GRESIK. Akhirnya satu tim yang berisi tiga relawan Ucok, Oni, dan Zahid langsung meluncur ke kediaman adek Ghani dengan di temani oleh Novi dan Afif relawan sosial dari WSL (Warung Sedekah Lamongan).

Dari hasil kordinasi dan kunjungan tersebut di dapatkan informasi dan diputuskan langkah-langkah yang akan di tempuh di kemudian hari termasuk harus kembali ke RSUD Dr. Soetomo untuk melihat kondisi adek Ghani, apakah tubuhnya kuat untuk menjalani proses operasi yang ketiga belas untuk menutup perutnya.

” BPJS Kesehatan surabaya dan rekan rekan medis di RS sudah siap untuk menyambut kedatangan adek Ghani di surabaya, semoga semuanya berjalan lancar. Dan saya juga mengapresiasi kepada semua pihak yang membantu pengobatan adek Ghani, ” begitu kata Zahid saat di hubungi via WA.

(Zetkabe)