Garda Metal FSPMI Bandung Raya Kunjungi Kampung Adat Cireundeu Leuwigajah Cimahi

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Sabtu, 5 Januari 2019 ada yang unik, menarik, dan khas di salah satu kampung adat Cireundeu yang mempertahankan tradisi leluhur mereka dengan menjaga kebudayaan sunda tulen/asli.

Menurut salah satu sesepuh yang menerima kami, tahun ini sudah menginjak tahun yang genap ke 100 yang antara lain makanan pokok sehari hari mereka adalah serba berbahan dasar dari singkong.

Selain itu beberapa rumah dan tempat tinggal mereka masih mempertahankan rumah adat panggung dengan berbahan baku kayu, bambu, daun, dan ijuk aren.

Tak kalah uniknya di lingkungan adat cireundeu masih ada istilah larangan larangan yang mereka yakini menurut petuah atau tuntunan leluhur mereka sejak dahulu kala.

Suasana yang terasa kental dengan kekhasan serba sunda membuat kami semakin betah menikmati obrolan panjang lebar dengan salah satu perwakilan pribumi yang menuturkan bahwa ada beberapa hal yang semestinya di jaga dan di lestarikan beberapa sumber lingkungan alam sekitar yang menjadi penunjang keberlangsungan hidup sehari hari masyarakat sekitar adat Cireundeu Leuwogajah Cimahi dengan harapan besar bisa menjadi warisan di kemudian hari untuk anak cucu masyarakat sekitar.

Semakin malam obrolan semakin menarik terlebih terkait kepedulian para masyarakat dan para pemimpin di luar kampung adat cireundeu. Bahasa yang kami pergunakan pada saat ngobrolpun lebih menggunakan bahasa Sunda seperti yang di sampaikan perwakilan pribumi ada pribahasa, “Sareundeuk saigel sabobot sapihanean”.

Yayan Mulyana selaku Pangkorda memimpin langsung agenda kunjungan tersebut, menegaskan bahwa saatnya kita di luar masyarakat kampung adat Cireundeu turut serta peduli dan melestarikan sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat kampung adat cireundeu.

Penulis : Kadry Supriatna