Gadis Tangguh Itu Bernama Ayu Mulyadi

  • Whatsapp

Subang, KPonline – Saya sudah sering mengadvokasi atau mendampingi pasien peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat I. Tetapi baru kali ini saya ketemu pasien yang justru memberi saya inspirasi tentang ketegaran hati dan kesabaran yang tak berbatas.

Adalah Ayu Mulyadi. Seorang gadis hebat. Usianya baru genap 20 tahun per tanggal 26 September 2017 yang lalu.

Dia sudah harus menjadi tulang punggung keluarga, bagi sang kakak yang mengalami keterbelakangan mental dan seorang adik yang mengidap penyakit asma akut, sejak sang Ibundanya meninggal kira-kira 2 tahun yang lalu. Sebelumnya, sang Ayah sudah terlebih dahulu meninggalkan Ayu dan keluarganya.

Terbayang jelas di pikiran saya. Seorang Ayu yang harus berjibaku memenuhi kebutuhan hidup di jaman sekarang. Dimana semua harga melambung tinggi, untuk menghidupi kakak dan adiknya.

Beruntung ada seorang yang baik hati, pengelola SPBU Kalijati Subang, berkenan menampung Ayu untuk bekerja di SPBU. Sehingga Ayu bisa memenuhi kebutuhan hidup dia beserta kakak dan adiknya.

Ditengah kesulitan hidupnya Ayu dihadapkan pada kenyataan bahwa ada Tumor yang tumbuh di salah satu payudaranya yang makin hari makin membesar dan harus dioperasi.

Bagaimana Ayu tidak shock dan drop….???

Tapi Ayu ternyata gadis yang kuat. Di tengah segala permasalahan hidupnya, Ayu adalah seorang gadis yang ceria. Dia selalu mampu membuat suasana kerja menjadi penuh gelak tawa dan sikap solidernya terhadap sesama teman sekerjanya sangat tinggi. Misalkan ada teman kerjanya ada yang sakit, Ayu pasti dengan sukarela menggantikannya, atau sekedar membantu mencucikan baju temannya yang sedang sakit yang tinggal di mess SPBU.

Begitu cerita Pak Darto dan Ibu Rumini, Manager SPBU tempat Ayu bekerja. Berkat kebaikan pak Darto dan Ibu Rumini, Ayu saat ini diijinkan untuk tidak bekerja dulu, alias cuti panjang, untuk Ayu fokus pada pengobatan penyakit tumornya.

Ketegaran dan kesabaran Ayu membuat saya sangat tergugah untuk menulis kisahnya.

Besok tanggal 20 Oktober 2017, Ayu akan menjalani operasi pengangkatan tumor di payudaranya.

Sebelum hari ini, malam-malam yang dilewati Ayu adalah malam-malam penuh rasa sakit akibat pertumbuhan tumor di payudaranya.

Seorang Ayu hanya bisa melukiskan rasa sakitnya di dinding akun FB nya. Sangat manusiawi dan lumrah, disaat rasa sakit itu datang, Ayu hanya seorang diri merasakannya, tanpa suport dari seorang Ibu. Tidak juga ayahnya.

Di usianya sekarang yang baru 20 tahun, Ayu harus tetap kuat menjalani semuanya sendiri.

Tetapi banyak sahabat yang tidak pernah bosan menyemangati Ayu. Dan kita tetap masih bisa melihat Ayu tersenyum manis. Sebagai contoh, di sela-sela aksi yang dilakukan buruh Subang, sambik menunggu hasil audiensi para buruh melakukan aksi spontanitas berupa penggalangan donasi untuk Ayu. Terkumpul donasi sebesar Rp.1.427.000 dari kawan-kawan massa aksi Aliansi Buruh Subang.

Sebelum pulang, saya sempatkan mampir lagi ke ruangan perawatan Ayu di RSUD Ciereng untuk menyerahkan langsung donasi yang terkumpul. Tentunya ini sangat bermanfaat bagi Ayu dan menjadi ladang ibadah bagi para donatur.

Mohon do’a agar operasi pengangkatan tumor nya berjalan lancar,dan Ayu segera diberi kesembuhan seperti sediakala.

Subang, 19 Oktober 2017

Penulis: Esti Setyo Rini