FSPMI Kirimkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi dan Tsunami

  • Whatsapp

Palu, KPonline – Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala rachter yang berhujung Tsunami telah melanda pulau Sulawesi, tepatnya 28 September 2018 dengan titik kedalaman 10 km pada pusat gempa di 26 km Utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu.

Gempa yang berlanjut tsunami tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material. Tercatat korban meninggal sebanyak 2.045 orang menurut BNPB dan 66.390 bangunan rusak parah.

Masih hangat dalam ingatan dan menimbulkan duka yang mendalam bagi para Korban yang selamat dalam bencana alam tersebut. Kehilangan anak, saudara, orang tua serta barang berharga dalam waktu yang singkat.

Rasa keperdulian terhadap sesama pun berdatangan dari mana saja,mulai dari dalam negeri hingga luar negeri.

Diantarannya Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotive dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT Hino Manufacturing (PUK SPAMK FSPMI PT Hino) bersama LKPI dan PHCI (Panasonic) Rabu 5 Desember 2018 berkunjung ke Sulawesi Tengah memberikan sumbangan dalam bentuk uang kepada para korban bencana alam di sana.

Setidaknya, sumbangan yang telah diberikan bisa membantu meringankan segala beban bagi mereka korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah walau dengan senang hati para korban menerima namun saat ini keadaan mereka masih sangat memperihatinkan dan masih tidur di tenda-tenda pengungsian.

Sepekan pasca gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter disusul gelombang tsunami melanda Palu dan sekitarnya. Akibat dari itu fenomena likuifaksi muncul dan ribuan rumah dan korban jiwa yang bermukim di Perumnas Balaroa terperosok masuk ke bawah tanah akibat pergeseran tanah.

“Pagi ini kita ke Perumnas Balaroa Palu Sulawesi Tengah,dahulunya perumahan elit disini,pasca sepekan setelah terjadi gempa dan tsunami Likuifaksi terjadi disini,semua yang ada disini terkubur masuk kedalam tanah sehingga diperkirakan ada ribuan korban manusia didalamnya dan yang selamat kurang lebih hanya sepuluh orang saja,” ujar Supriadi Piyonk selaku Pangkorda Garda Metal Purwakarta.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu. Kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan. Mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.(An Nisaa’ 4:78-79).

“Semoga aksi solidaritas seperti ini tetap berjalan dan dilakukan untuk kapan pun atau dimana pun buat sodara-sodara kita yang terkena musibah. Berharap kawan-kawan bisa terus berbuat baik untuk kepentingan orang banyak (masyarakat),” tambah Supriadi.