FSPMI DKI : May Day Bukan Hari Libur Tapi Hari Perjuangan, Suarakan Tuntutan Buruh

Jakarta, KPonline – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI DKI Jakarta mulai mempersiapkan aksi May Day yang akan digelar oleh massa aksi buruh di depan istana negara dan istora senayan. Jajaran DPW DKI sudah dan akan melakukan terus sosialisasi isu perjuangan May Day terhadap PUK serikat pekerja anggota (SPA) FSPMI agar semakin paham dan segera mempersiapkan diri untuk perayaan may day nanti.

Tuwarno, sekretaris DPW FSPMI DKI memaparkan bahwa setiap puk di bawah FSPMI DKI Jakarta agar membuat spanduk, pamflet untuk dipasang dan disebar serta menampilkan aksi treatrikal sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari kaum buruh DKI.

Bacaan Lainnya

Langkah selanjutnya, agar bisa maksimal maka di hari Senin besok (16/4) akan diadakan konsolidasi finalisasi PUK SPA FSPMI se DKI Jakarta guna persiapan aksi May Day 2018 ini.

Dalam perbincangan dengan Koran Perdjoeangan Online,Tuwarno memaparkan beberapa isu yang terus disuarakan untuk diperjuangkan buruh. mengangkat isu yg sudah diputuskan jajaran nasional diantaranya tentang upaya buruh untuk mencabut PP 78/2015 yang menyengsarakan buruh,
turunkan harga sembako yang terus merangkak naik, pilih pemimpin dan presiden yang pro terhadap kepentingan buruh dan rakyat, serta cabut PP.20/2018 tentang kemudahan masuknya tenaga kerja asing yang akan menggerus lapangan kerja untuk pekerja lokal.

Tuwarno juga mengatakan akan terus melakukan sosialisasi agar May Day nanti semua PUK bergerak bersama turun kejalan menyuarakan tuntutan tuntutan tersebut.

“Perlu digarisbawahi bahwasanya May Day bukan liburan atau hari libur, akan tetapi hari perjuangan untuk sama sama berjuang turun ke jalan menyuarakan aspirasi kaum buruh agar tidak terus menerus tertindas pada posisi yang lemah.” pungkas Tuwarno.

(omp/jim).

Pos terkait