Emak-Emak Geruduk Kantor Bupati Labura, Bupati Diharap Mampu Ubah Tangis Menjadi Senyum

  • Whatsapp

Labuhan Batu, KPonline – Kedatangan Massa Buruh PT. Nagali Semangat Jaya (PT. NSJ) Sonomartani ke Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), adalah bentuk kebuntuan kesepakatan antara Buruh dan pihak perusahaan.

Hari ini, Selasa (13/11/2018), ratusan buruh yang sebagian besar adalah emak-emak rela berpanas-panasan mengeluarkan peluh dan air mata hanya untuk mengadukan nasib yang mereka alami.

Tak tahan hanya diupah sebesar Rp30.000 per hari dan tak dianggap sebagai karyawan, serta jatah beras dipotong dianggap sebagai bentuk kesewenang-wenangan perusahaan terhadap buruh.

Buruh secara bergatian melakukan orasi dan dalam orasinya perwakilan buruh menyampaikan, “Sangat berharap kepada Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) agar mengubah air mata buruh menjadi senyum dengan memenuhi standard kelayakan buruh PT. NSJ Sonomartani. Akan tetapi buruh juga siap untuk melakukan aksi, berikut menginap di Kantor bupati jika tuntutan tidak terpenuhi.”

Sementara Bung Daniel Marbun, selaku Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC. FSPMI) Labuhan Batu Raya menyampaikan,

“Kami telah mengadukan hal ini ke Disnaker Labura, mereka minggu depan akan menindaklanjuti laporan kami. Selain itu kami juga menemukan tindak pidana yang dilakukan perusahaan terhadap buruh, ada Karyawan PT. Nagali yang membayar perobatan dengan biaya sendiri. Perusahaan tidak memasukkan karyawan dalam BPJS Ketenagakerjaan.”

“Kami memperkirakan bahwa Haji Buyung sebagai Bapak masyarakat kabupaten Labura selama ini tidak mengetahui bentuk-bentuk kezoliman pengusaha di daerahnya, untuk itu kedatangan kami kesini berharap Bupati mampu menampung aspirasi buruh dan berlaku adil kepada pengusaha nakal,” tutupnya.

Pantauan Media Perdjoeangan, permasalahan yang dihadapi oleh ratusan buruh PT. NSJ Sonomartani saat ini sebelumnya sudah terjadi di Perkebunan PT. Adipati/PT. Bath yang merupakan anak perusahaan PT. Sinarmas Grup Padang Halaban.

Pemerintah diharapkan memberi citra positif dengan menjadi kontrol agar tidak selalu terjadi gesekan antara pekerja dan pengusaha, demi mencegah terganggunya iklim investasi dan situasi keamanan jelang Pilpres 2019.