Dukung Buruh PT Smelting dan Freeport, IndustriALL Global Union Pimpin Misi Solidaritas ke Indonesia

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – IndustriALL Global Union akan memimpin misi ke Indonesia pada tanggal 8 hingga 11 Agustus 2017, untuk memberikan dukungan kepada pekerja yang dipecat secara sepihak oleh Perusahaan karena melakukan aksi mogok di tambang Grasberg dan PT Smelting, di Gresik. Kedua perusahaan tersebut sebagian besar sahamnya dimiliki oleh raksasa pertambangan AS Freeport-McMoRan.

Konferensi pers akan dijadwalkan pada pukul 10.00 pada tanggal 11 Agustus di hotel Sari Pan Pacific di Jakarta. Pemimpin serikat dari Grasberg/PUK SPSI PTFI dan PT Smelting akan hadir dan melaporkan perkembangannya.

Bacaan Lainnya

Tujuan misinya adalah untuk:

1. IndustriALL memberikan dukungan solidaritas kepada pekerja yang mogok di tambang PT Freeport Indonesia / Grasberg dan di PT Smelting.

Dalam pertemuan ini IndustriALL akan didampingi oleh afiliasi IndustriALL Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Tambang (CEMWU SPSI PTFI), dan PT Smelting diwakili oleh FSPMI afiliasi IndustriALL, untuk melakukan pertemuan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Tenaga Kerja untuk membantu memfasilitasi sebuah resolusi di PT Freeport Indonesia dan PT Smelting, serta menyoroti dengan keras pelanggaran berat standar perburuhan internasional dan hak pekerja.

Serta akan dilakukan pertemuan dengan pejabat perusahaan di PT Freeport Indonesia dan PT Smelting.

2. Bertujuan untuk menghentikan arus informasi satu sisi dari Freeport dan mengemukakan sisi informasi dari pekerja terkait alasan dilakukannya mogok kerja.

Misi solidaritas IndustriALL akan dihadiri oleh para pemimpin dari beberapa serikat pekerja paling kuat di dunia. Adapun nama nama yang akan menghadiri adalah :

1.Ketua Sektor Pertambangan Global Union IndustriALL dan Sekretaris Jenderal Pertambangan & Energi CFMEU (Australia) Andrew Vickers.

2. Sekretaris Jenderal AWU (Australia) Daniel Walton.

3. NUM (Afrika Selatan) Presiden Piet Matosa USW (Amerika Utara).

4. Direktur Urusan Internasional Ben Davis.

5. Direktur Industri Proses FNV (Belanda) Nanny Nuijten.

6. Direktur Kampanye Global Union IndustriALL Adam Lee.

7. Pejabat IndustriALL South East Asia Officer Vonny Diananto.

Misi ini dilakukan dikarenakan juga sebagai bentuk reaksi IndustriALL terhadap komentar CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, yang beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa tidak ada pemogokan di Grasberg.

Asisten sekretaris umum IndustriALL, Kemal Özkan, mengatakan:

“Kami akan ke Indonesia untuk berdiri di belakang dan membela pekerja yang telah diberhentikan karena menjalankan hak mogok mereka. Dan Sama sekali tidak benar yang dikatakan oleh CEO Freeport McMoRan bahwa tidak ada pemogokan. Karena di sana ada pemogokan sah yang diumumkan secara resmi, yang sekarang memasuki bulan keempat.

“Situasi di Grasberg sangat serius, Freeport menggunakan aksi pemogokan tersebut sebagai alasan untuk memecat lebih dari 4.000 pekerja dan untuk melemahkan Serikat Pekerja. ”

Ada situasi yang sangat mirip di PT Smelting di Jawa Timur, di mana para pekerja juga dipecat karena melakukan Aksi Mogok di PT Smelting yang bergantung pada Grasberg untuk melakukan pengolahan konsentrat tembaga yang sahamnya dimiliki bersama dan dioperasikan oleh Freeport Freeport-McMoRan’s / PT Freeport Indonesia dan Mitsubishi Materials.

“Kami akan menuntut agar pemerintah menjunjung tinggi standar ketenagakerjaan sesuai aturan/UU ketenagakerjaan. Hak pekerja diinjak-injak. Freeport dan PT Smelting tidak dapat menyatakan bahwa pekerja telah mengundurkan diri secara sukarela padahal sebenarnya mereka dipecat karena menjalankan hak sah mereka untuk mogok, “kata Özkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *