Do’a Untuk Anggota Garda Metal (kehormatan) Latsar Banten VI

Banten, KPonlineĀ – Latsar Garda Metal Banten VI dimulai dari hari Sabtu sampai hari Minggu (28-29/04/2018), di Bumi Perkemahan Cihunjuran Salaka Nagara Pandeglang – Banten, dengan jumlah peserta mencampai 179 orang.

Setelah melewati beberapa sesi pelatihan seperti yang sudah diagendakan sebelumnya, di mulai dari registrasi ulang, pembekalan, upacara pembukaan, pelatihan, caraka malam, serta game. Maka tibalah saat yang di tunggu – tunggu oleh semua peserta Latsar Garda Metal, terutama Latsar Banten VI.

Bacaan Lainnya

 

Saat itu, saat dimana calon Garda Metal yang telah mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir serta di anggap layak juga lulus pelatihan diambil ikrar atau sumpahnya. “Dikukuhkan resmi menjadi anggota Garda Metal,”
sebelum upacara penutupan.

Ada sesuatu hal yang terlihat berbeda pada prosesi pengambilan sumpah serta pengukuhan Latsar Banten VI. Dimana pada saat itu, ada Isak tangis kesedihan serta kebahagiaan mewarnai jalannya prosesi pengambilan pengukuhan.

Hal ini dikarenakan salah seorang kawan, sahabat, anggota dari keluarga besar FSPMI, calon peserta Latsar Banten VI, sehari sebelum dimulainya acara Latsar, telah mendahului meninggalkan mereka menghadap Sang Khalik Allah SWT

Sarjono, selaku Pangkorda Garda Metal Tangerang Raya, mengawali prosesi pengambilan sumpah, ikrar anggota Garda Metal, dengan berlinang air mata menyatakan bahwa, “Sebelumnya dalam prosesi acara pengukuhan, penyematan simbolis bandana/ ikat kepala Garda Metal, serta Penyematan pin, diberikan kepada perwakilan anggota yang mengikuti Latsar Garda Metal. Tetapi kali ini, sebagai apresiasi atas perjuangan kawan kita, saudara kita, yang selama beliau masih hidup ikut aktip bersama kita untuk berjuang demi kesejahteraan anggota, kaum buruh, serta masyarakat. Beliau adalah Madha Suhada, pengurus PUK SPAI PT. Suntex.”

 

“Tercatat selama hidupnya selain menjadi anggota SPAI FSPMI Tangerang, beliau juga sebagai pengurus PUK, serta salah satu Relawan Jamkeswatch yang aktif.” Tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas semua yang dilakukan Almarhum selama hidupnya, terutama dalam dunia pergerakan organisasi buruh FSPMI di Tangerang, Pangkorda minta Tukimin, selaku ketua DPW FSPMI Banten untuk menyematkan bandana, serta pin di baju Garda Metal diatas pas photo Almarhum Saudara Madha Suhada, dan menganggap Almarhum layak serta pantas menjadi bagian dari keluarga besar Garda Metal, dan akan dicatatkan namanya sebagai anggota Garda Metal Tangerang Raya.

Setelah menyematkan bandana di pas photo Almarhum Madha Suhada, dan pin di baju Garda Metal, dengan mata yang berkaca-kaca menahan kesedihan, ketua DPW FSPMI Banten Tukimin memberikan ucapan, Turut Berduka cita yang sedalam – dalamnya, atas kepergian Almarhum, serta memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya, seraya meminta semuanya yang hadir dalam acara itu untuk bersama – sama mendo’akan Almarhum.

Menurut Tukimin saat memberikan pernyataan sebelum membacakan ikrar sumpah anggota Garda Metal menyatakan bahwa, “perjuangan kawan, saudara kita yang telah mendahului kita akan terus berlanjut. Dan kita semua lah sebagai orang yang masih hidup, yang akan yang akan melanjutkan cita – cita perjuangannya. Karena Kita semua harus berjuang khususnya demi kesejahteraan buruh, serta masyarakat pada umumnya.” Ungkapnya.

Setelah pembacaan ikrar sumpah anggota Garda Metal, akhirnya rasa kebahagian bercampur haru pun terpancar di wajah para peserta Latsar Banten VI. Mereka merasa bangga serta bahagia sekarang telah sah menjadi anggota Garda Metal, dan bisa bergabung bersama keluarga besar Garda Metal FSPMI.

“Kami berharap seluruh anggota Garda Metal bisa menjadi ujung tombak perjuangan buruh, khususnya FSPMI – KSPI dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota, buruh, serta masyarakat pada umumnya. Karena FSPMI adalah organisasi Pergerakan yang diharapkan selalu menjadi lokomotif perjuangan buruh di Indonesia.” (RD Rizal N./Photo :Didik)

Pos terkait