Dibalik Nobar Film G30S/PKI di Kantor DPW FSPMI Sumatera Utara

  • Whatsapp

Sumatera Utara, KPonline – Bertempat di Kantor DPW FSPMI SUMUT Jl. Medan – L Pakam, km 13,1 Gang Dwi Warna Tanjung Morawa, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film G30S/PKI.

Dihadiri Perangkat Organisasi dan beberapa perwakilan dari Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI se Provinsi SUMUT juga di hadirin oleh Pimpinan Aliansi Pekerja Buruh Bersatu Kab. Deli Serdang (PBB DS) seperti Muhammad Sahrum (SP Kahut), Purwandi (KGB PETA) dan Adiono (SP KAHUT).

Selain menonton Film Gerakan 30 September/PKI yang biasa disebut G30 S/PKI, kegiatan ini juga dibarengi dengan diskusi mengambil poin-poin positif dari keseluruhan Film tersebut.

Dibuka oleh Willy Agus Utomo selaku Ketua DPW FSPMI SUMUT dan Ketua Aliansi PBB DS, diskusi yang digelar setelah menonton Film tersebut dipandu oleh M Sahrum.

Sahrum mengatakan, Film yang kita lihat tersebut sangatlah berbeda jauh dengan gerakan Serikat Buruh/Pekerja yang kita jalani sekarang ini, yang lebih mengutamakan kesejahteraan buruh, mengedepankan/tidak keluar dari dasar Negara yaitu Pancasila mulai dari Sila Pertama (1) yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” sampai Sila Kelima (5) yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dan UUD 1945, karena tidak membuat gerakan diluar Pancasila dan UUD, contohnya menjatuhkan satu Pemerintahan dengan menghalalkan berbagai cara seperti yang dilakukan oleh Gerakan 30 September yang tersaji dalam Film ini.

“Maka dengan demikian, Jika ada yang mengatakan gerakan buruh adalah gerakan yang salah, maka kawan-kawan bisa membantahnya, karena gerakan kita mengikuti aturan seperti Dasar Negara dan Undang Undang Negara.” Tutur Sahrum.

Ditambahkan oleh Purwandi “Maka kita, gerakan kita Serikat Buruh/Pekerja sangatlah jauh jika dikatakan Gerakan Komunis”

“Yang saya tangkap dari Film ini adalah ada dugaan Gerakan yang mencoba mengotak atik (Mengadu Domba) ketahanan Negara (TNI) dan kedaulatan Negara (Pemerintah dan Rakyat) dengan menjual Nama Kepala Negara,” ucap Purwandi.

Selain berdiskusi dan tanya jawab, di ujung sesi acara, Willy membagikan Kaos bagi penonton yang bisa menyimpulkan dan menjawab pertanyaan seputar Film tersebut.

Salah satu penerima hadia kaos berlogo Serikat Buruh/Pekerja KSPI-FSPMI ini adalah Budi Syafriasyah yang mampu merangkum apa yang dia lihat secara positif dari film tersebut dengan mengatakan bahwa : Pemerintah lewat Angkatan Daratnya berhasil menghentikan gerakan tersebut, berhasil menjaga kedaulatan Negara dan tetap menjadikan Negara ini Negara yang Pancasila.