Di London, Masinis Kereta Akan Mogok Kerja

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Baru saja menjadi objek wisata yang diminati wisatawan, namun sepertinya layanan kereta api bawah tanah tengah malam di London (Night Tube) terancam tak akan beroperasi dalam beberapa saat.

Pasalnya, seperti yang dilansir dari The Guardian pada Senin (20/2), masinis kereta bakal melakukan aksi mogok kerja dengan alasan tunjangan gaji serta kontrak kerja yang tidak sesuai.

Bacaan Lainnya

Masinis yang tergabung dalam serikat pekerja Rail, Maritime and Transport (RMT) baru akan melakukan aksinya setelah melakukan pemungutan suara yang direncanakan pada minggu depan.

Baca juga: Setahun Lebih Buruh Bekasi Metal Inti Megah Mogok Kerja

RMT menyatakan bahwa masinis Night Tube, yang hanya bekerja selama akhir pekan, tidak diperkenankan untuk melamar pekerjaan penuh ke perusahaan kereta api, London Underground, sebelum menuntaskan kontrak selama 18 bulan.

Jangka waktu tersebut dianggap sebagai diskriminasi, karena terlalu lama dan meresahkan bagi sebagian besar masinis.

Padahal, karyawan kereta yang lain boleh diizinkan melakukannya.

Baca juga: 4 Pelanggaran Yang Memicu Pekerja Smelting Melakukan Mogok Kerja

Masinis juga mengaku tak mendapatkan uang lembur, karena dalam kontrak mereka hanya diminta bekerja selama 16 jam per minggu.

“Kami merasa kecewa karena mendapat perlakuan yang tak adil. Seharusnya kami mendapat kesempatan yang sama dengan yang lain,” kata Mick Cash, selaku juru bicara RMT.

Sementara itu, direktur London Underground, Peter McNaught, mengatakan kalau pihaknya akan mengundang pihak RMT untuk berdiskusi lebih lanjut.

Baca juga: Perundingan Gagal, Buruh PT. Karya Delka Maritim Shipyard Belawan Mogok Kerja

“Layanan Night Tube telah beroperasi sejak Agustus tahun lalu dan mendapat persetujuan dari serikat pekerja. Namun, kami akan mengundang mereka untuk berdiskusi agar tidak melakukan aksi yang merugikan layanan ini,” kata McNaught.

Layanan Night Tube beroperasi mulai dari Jumat sampai Sabtu dan melalui jalur kereta Victoria, Jubilee, Central, Northern dan Piccadilly.

Pemerintah London menyediakan layanan itu dengan maksud memudahkan pekerja yang pulang dini hari dan menjadikan kotanya sebagai menarik untuk ditinggali serta dikunjungi.

Pos terkait