Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat Tunda Rapat Pleno Kenaikan Upah Hingga 22 November

Bandung, KPonline – Di hari kedua pada Rabu (16/11/2022), aksi upah yang diusung oleh kaum buruh sebesar 13 – 25%, sebanyak 5 bus massa aksi berangkat dari Omah Buruh Bekasi. Mereka sebagian besar adalah Garda Metal. Pengawalan aksi massa dari Bekasi dipimpin langsung oleh Supriyatno selaku Pangkorda Garda Metal Kab/Kota Bekasi.

Massa berangkat dari Omah Buruh pada pukul 08.30 dan sampai di gedung sate pada pukul 11.30 WIB. Terlihat mobil komando Purwakarta dan Bandung Raya mengawal jalannya kegiatan aksi di depan Gedung Sate.

Adapun tuntutan yang dibawa oleh buruh Jawa Barat diantaranya :

– Naikkan Upah 2023 sebesar 13 – 25%
– Tolak PHK dengan alasan Resesi Global
– Tolak Omnibus Law

Hari sebelumnya, Selasa (15/11/2022), aksi unjuk rasa diadakan di Kantor Disnaker Provinsi Jawa Barat sekaligus mengawal penyerahan rekomendasi upah 2023 untuk wilayah seluruh Jawa Barat ke pihak Disnaker Provinsi Jawa Barat.

Dari hasil Rapat Pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat Dede Koswara selaku Dewan Pengupahan dari Unsur SPN – KSPI menyebutkan rapat pleno ditunda, dikarenakan pada 18 November 2022 akan diadakan rapat bersama antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur seluruh Indonesia guna membahas formulasi dan penetapan UMP dan UMK.

Sedangkan Rudolf selaku Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat dari FSPMI – KSPI juga turut memberikan keterangan.

“Rapat Pleno hari ini ditunda menjadi tanggal 22 November, saya harap kawan – kawan bisa kembali mengawal nantinya,” tegas Rudolf di atas mobil komando.

Di akhir aksi, Buya Fauzi, selaku pimpinan aksi menutup kegiatan aksi tersebut dengan memberi semangat, agar massa aksi siap kembali hadir mengawal Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat yang akan mengadakan rapat pleno pada 22 November 2022 mendatang. (Ocha)