Buruh Yang PNS

  • Whatsapp

Sidoarjo, KPonline – Biyuh, kalau upah naik 700 ribu nggak ada yang sambat.

Giliran di tarik dana perjuangan malah menyodorkan banyak alasan. Minta SK dari DPW, minta SK dari anu dan itu. Padahal sebelumnya sudah sosialisasi berkali-kali. Dijelaskan hingga berbusa-busa, untuk apa dana ini nantinya akan dipakai.

Mereka lupa, ketika diminta berjuang, juga banyak alasannya. Nggak mau berkorban, giliran menerima hasil, pinginnya di depan. Seperti ini ciri buruh jadi PNS. Penitip Nasib Sejati.

Kok nggak sekalian minta surat pencatatanya dari Disnaker, AD/ART dan lain – lain.

Nggak apa, biar makin pinter. Pengurusmu sudah berusaha, agar tercipta organisasi serikat pekerja yang bebas, terbuka, mandiri, dan demokratis. Kok ya masih nggak percaya. Cobalah jangan samakan pengurus PUK mu dengan anggota DPR/DPRD/Pemerintah.

Boleh kalian nggak percaya dengan para politisi yang sering membohongimu. Mereka yang nggak terbuka dan sering nilep uang rakyat. Tetapi ini organisasi serikat kita, wadah bagi kita memperjuangkan kesejahteraan. Karena ini organisasi kita, maka ini milik kita. Kita lah yang memiliki tanggungjawab utama untuk membuatnya menjadi maju dan kuat.

Jika dengan diri sendiri saja nggak percaya, bagaimana bisa menang dalam berjuang ?

Bener kata istri kawanku: “Pengurus PUK kok seperti pengemis…”

Lha gimana lagi nggak seperti ngemis, hanya sekedar untuk mendapatkan dana perjuangan demi organisasi, dibela-belain meminta-minta ke anggota.

Coba kalau kita sebagai anggota memiliki kesadaran, pengurus akan fokus memikirkan hal-hal lain yang lebih besar. (*)