Buruh Jabar Desak Aher Berani Putus Mata Rantai Kebijakan Upah Murah

Aksi Buruh Jawa Barat di Gedung Sate menolak PP 78 Tahun 2015 ( Foto : Herfin )

Bandung,KPonline – Ribuan buruh Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Sate mendesak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk berani memutus mata rantai Kebijakan Upah Murah dengan cara membatalkan ketentuan upah minimum padat karya dan juga menetapkan kenaikan UMP dan UMK tahun 2018 sebesar Rp. 650.000

” Jawa Barat memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tengara seharusnya UMPnya juga tertinggi. Tapi kenyataannya Sangat Ironis, Upah minimun propinsi Jabar justru terendah no 5 di Indonesia pada tahun 2016 ” ujar Herfin buruh kelahiran Bogor yang ikut dalam aksi unjuk rasa hari ini.

Bacaan Lainnya

” Untuk itu diakhir masa kepemimpinannya, Aher harus berani memutus mata rantai kebijakan upah murah di Jawa Barat. Upah yang layak akan mendorong peningkatan daya beli yang bisa berimbas dengan peningkatan ekonomi Jabar” tambahnya.

Aksi ini sendiri di ikuti buruh dari berbagai element​ seperti FSPMI, SPSI, SPN, PPMI, FSKEP KSPI dan Kasbi yang berasal dari wilayah Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Kabupaten dan Kota Bandung dan wilayah lain di sekitaran Jawa Barat.

Pos terkait