Bertemu Perwakilan Buruh Migran, Fahri Hamzah Janji Secepatnya Selesaikan RUU PPILN

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menemui perwakilan buruh migran yang sebelumnya melaporkan cuitannya di twitter. Usai pertemuan, Fahri mengaku sudah berdamai. Menurutnya, ada beberapa kesamaan pandangannya dengan para buruh migran.

“Pertama, menuntaskan seluruh regulasi yang belum selesai, yang kita anggap menjadi sumber permasalahan. Kedua, memperbaiki institusi yang sudah ada supaya tidak ada konflik di antara mereka. Di antara persoalan undang-undang yang belum beres tadi di antaranya karena ada konflik kepentingan di antara mereka,” kata Fahri di gedung DPR, Selasa (31/1), sebagaimana dikutip oleh kbr.id.

Lebih lanjut Fahri mengatakan, pelaporan ke MKD ini menjadi pintu masuk baginya bertemu dan mempererat koordinasi dengan buruh migran. Dia berjanji akan memastikan RUU PPILN rampung secepatnya dan terus mengawasi masalah pekerja-pekerja luar negeri.

Perwakilan dari Lembaga Aku Cinta Indonesia(LACI), Nur Halimah, mewanti-wanti agar Fahri harus menepati janjinya.

“Di sini saya garis bawahi bahwa itu, maaf Pak Fahri bukan hanya janji tapi bukti yang akan kita rasakan nanti benar akan terlaksana. Apa benar akan terealisasi atau Bapak hanya mengamankan diri agar kita merasa lega.”

Terkait dengan polemik ini, bisa dibaca dalam artikel berjudul Kicauan Fahri Rendahkan Martabat dan Harga Diri TKI di KPonline  yang terbit pada 25 Januari 2017.

Atas cuitan ini, Fahri Hamzah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Tweet itu dinilai telah menyinggung para pekerja migran karena menyebut mereka dengan sebutan ‘babu’ dan ‘mengemis’. Laporan pertama datang dari Migrant Care Jumat(27/1) silam. Sementara itu laporan kedua dimasukan oleh LACI pada hari Senin, 30 Januari 2017.

Ini bukan hal pertama Fahri dianggap melukai perasaan buruh. Sebelumnya, beredar petisi online terkait pernyataan Fahri yang menyatakan absen di DPR bisa lebih longgar, berbeda dengan absen untuk buruh pabrik. Terkait petisi online terebut, dapat dibaca dalam artikel berjudul Ayo Isi Petisi, Tuntut Fahri Hamzah Minta Maaf Telah Hina Buruh.