Beginilah Pikiran Pengusaha, Selalu Melihat Persoalan Dari Untung Rugi

  • Whatsapp
Gelombang massa. Demo terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Jakarta, KPonline – Berita liputan6.com pada 30 November 2016 menarik untuk dicermati. Judul berita tersebut adalah, Pengusaha Taksir Rugi Miliaran Rupiah Saat Demo 2 Desember.

Diberitakan, rencana aksi demo 2 Desember diprediksi menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah. Salah satunya disebabkan oleh terhentinya sementara kegiatan perdagangan pada tanggal tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, untuk sektor tekstil, adanya aksi semacam ini berpotensi menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp 9 miliar. Kerugian tersebut tidak semata timbul pada saat aksi demo berlangsung, tetapi juga akumulasi dampak pada jelang dan sesudah aksi demo.

“Pastinya tidak belum bisa kita hitung. Tapi angkanya bisa mencapai miliaran rupiah, ya mungkin tidak sampai double digit. Artinya memang tidak sampai Rp 10 miliar,” ujar dia ujar dia dalam Diskusi Publik dengan tema Dampak Ekonomi Demo 411 di Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Dia menjelaskan, untuk sektor tekstil, kerugian paling besar disebabkan karena aktivitas perdagangan yang menurun saat aksi demo tersebut berlangsung. Dia memperkirakan sekitar 50 persen toko-toko yang berada di jalan protokoler di Jakarta akan tutup dan terjadi penurunan transaksi hingga 80 persen.

‎”Pedagang dan toko-toko di jalan protokol 50 persen itu tutup. Dan transaksi menurun hampir 80 persen, mereka tidak belanja,” kata dia.

Akibatnya, lanjut Ade, produk-produk yang ada pada gudang di tingkat produsen dan distributor menumpuk. Hal ini dinilai akan menambah besar kerugian yang harus diterima oleh para pelaku usaha.

“Sekarang gudang di pabrik-pabrik hampir penuh. Gudang mereka hampir tidak bisa menampung. Sekarang mereka produksi yang diminta‎ saja. Ini sejak seminggu lalu turun drastis (produksinya). Paling stok hanya untuk 1 hari-2 hari saja, biasanya kan untuk 1 bulan karena mereka tidak mau spekulasi‎,” kata dia.

Padahal ada yang jauh lebih penting dari sekedar untung rugi. Dalam hal ini keadilan. Bahwa kepastian hukum tidak boleh hanya berlaku pada pihak tertentu. Keadilan bukan hanya milik orang kaya. Dalam hal ini, penting kiranya bagi pengusaha untuk mengerti perasaan rakyat. Jangan sampai keadilan yang ada terasa hambar dan tidak menghangatkan jiwa interaksi sosial. Dalam konteks itulah, demi tegaknya supremasi hukum, aksi 212 dilakukan. (*)

 

Pos terkait