Nyali Besar FSPMI Bandung Raya Pada Aksi Mogok Nasional

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Tiga hari berturut-turut kaum buruh melakukan aksi mogok nasional, di mulai dari hari Selasa (6/10/2020) dan berakhir pada Hari Kamis (8/10/2020). Dengan agenda yang sangat besar tersebut, untuk menggalang masa aksi tentu membutuhkan strategi,  kemampuan serta kekuatan yang cukup.

Seperti di ketahui FSPMI Bandung Raya hanya sebagian kecil dari anggota serikat yang ada dikawasan industri kota Cimahi dengan kata lain anggota FSPMI hanya sedikit di banding serikat pekerja yang lain.

Bacaan Lainnya

Namun untuk menjadi pejuang tidak harus selalu berangkat dari besar atau kecil, tetapi dari tekad dan kesungguhan. Sejarah telah mencatat berbagai keberhasilan perjuangan diberbagai dunia termasuk di Indonesia berawal dari kelompok-kelompok kecil yang memiliki cita-cita besar bukan dari kelompok besar yang hanya memiliki omongan besar saja.

Ini tergambar saat tiga hari aksi mogok  nasional di kawasan Cimahi. FSPMI Bandung Raya yang bersekrerariat di Cimahi ini memiliki strategi tersendiri dalam menggalang massa, meski sedikit tetapi bisa memaksimalkan masa aksi disetiap agenda aksi.

Khusus agenda puncak aksi mogok nasional kemarin, para korlap aksi seperti Garda Metal, para pengurus tingkat Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Unit Kerja (PUK), harus memaksimalkan aksi setidaknya di dua wilayah di Bandung Raya yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

Untuk memaksimalkan agenda puncak tersebut, anggota Garda Metal yang dipimpin oleh Pangkorda Garda Metal Bandung Raya Yayan Mulyana memaksimalkan Garda Metal di Bandung Barat karena wilayahnya yang sangat luas, terbukti saat aksi kemarin untuk menguras seluruh pabrik sampai seharian penuh ditambah kesadaran buruhnya untuk berjuang masih kurang, setiap aksi besar harus selalu dilakukan penjemputan ke tiap pabrik.

Sedangkan untuk wilayah Cimahi anggota Garda Metal yang ditugaskan hanya sedikit, padahal peran Garda Metal dalam menyukseskan setiap aksi sangat lah penting, tetapi anggota FSPMI dituntut untuk cerdas dan kreatif, untuk mengisi kekurangan korlap aksi terutama saat penjemputan, maka beberapa anggota yang memiliki semangat tinggi dan keberanian ditempatkan di garda depan untuk membantu memaksimalkan aksi puncak kemarin.

Hasilnya luar biasa FSPMI yang minoritas di Cimahi mampu menggerakan masa dengan maksimal di kawasan Industri Cimahi pun lumpuh.

 

Asep Rosid

Bandung

Pos terkait