Batu Pandang: Saksi Langkah dan Perjuangan

Batu Pandang: Saksi Langkah dan Perjuangan

Puisi Oleh: Yanto

Di puncak sunyi Batu Pandang, Angin berbisik membawa kenangan, Awan berarak di langit terbentang, Menyimpan cerita tentang perjalanan.

Dari ketinggian kupandang dunia, Hijau perbukitan memeluk jiwa, Di antara batu, angin, dan senja, Kutemukan damai yang lama kucari dalam dada.

Ratapan Angin, begitu namamu, Seolah menyimpan rindu yang membisu, Tentang langkah yang tak selalu mudah, Tentang perjuangan yang tak pernah menyerah.

Malam datang membawa keheningan, Bintang bertabur menjadi teman, Kulepaskan lelah dari perjalanan, Kutitipkan mimpi kepada alam.

Wahai Batu Pandang, saksi perjalanan, Ajari aku arti keteguhan, Bahwa hidup bukan sekadar tujuan, Tetapi tentang langkah, luka, dan perjuangan.

Esok pagi ketika kaki kembali melangkah, Kubawa pulang cerita yang indah, Sebab tak semua damai harus dimiliki, Ada yang cukup dikenang sepenuh hati.

Batu Pandang Ratapan Angin, Di sini alam memeluk batin, Dan di antara sunyi yang begitu dalam, Kutemukan diriku, sebelum kembali berjuang.