Babak Baru Gerakan Buruh, Ketika Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Babak Baru Gerakan Buruh, Ketika Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

Jakarta, KPonline-Gerakan buruh Indonesia memasuki babak baru setelah Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan ketua Majelis Nasional Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal, resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Pelantikan tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026.

Pengangkatan tokoh buruh nasional tersebut dinilai menjadi momentum baru bagi perjuangan kaum pekerja, karena untuk pertama kalinya gerakan buruh memiliki representasi langsung di lingkaran Istana yang bertugas memberikan masukan terkait kebijakan ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh.

Dalam keterangannya usai pelantikan, Said Iqbal menegaskan keputusan menerima jabatan tersebut telah melalui diskusi bersama jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan berbagai elemen buruh. Menurutnya, perjuangan buruh tidak hanya dilakukan dari luar pemerintahan, tetapi juga melalui jalur kebijakan dari dalam, tanpa mengurangi sikap kritis terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Said Iqbal juga menegaskan bahwa kepentingan buruh, petani, nelayan, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dalam setiap kebijakan negara. Ia berkomitmen untuk menjadi jembatan antara aspirasi pekerja dan pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.

Pengangkatan tersebut menjadi sejarah baru bagi gerakan buruh Indonesia. Setelah puluhan tahun memperjuangkan hak pekerja melalui aksi, advokasi, dan dialog sosial, kini suara kaum buruh memiliki saluran langsung untuk menyampaikan berbagai persoalan strategis di tingkat pemerintahan.

Meski demikian, sejumlah kalangan menilai keberadaan perwakilan buruh di Istana harus dibuktikan melalui kebijakan nyata yang berpihak kepada pekerja, mulai dari perlindungan upah, jaminan sosial, penciptaan lapangan kerja yang layak, hingga peningkatan kesejahteraan buruh secara menyeluruh.

Namun, pengalaman dari sejumlah negara, salah satunya Brazil, menunjukkan bahwa keterlibatan tokoh gerakan buruh di dalam pemerintahan bukanlah hal baru.

Contohnya, Luiz Inacio Lula da Silva mantan pemimpin serikat buruh metal di Sao Bernardo do Campo. Setelah terjun ke politik, ia menjadi Presiden Brasil (2003–2010 dan kembali menjabat sejak 2023 hingga sekarang). Di bawah kepemimpinannya, upah minimum meningkat, jutaan warga keluar dari kemiskinan, serta berbagai program perlindungan sosial diperluas.

Singkatnya, dengan dilantiknya Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, gerakan buruh Indonesia kini memasuki fase baru.

Selama tetap menjaga independensi dan komitmen terhadap kepentingan pekerja, kehadiran tokoh buruh dapat menjadi jembatan antara aspirasi buruh dengan proses pengambilan kebijakan negara.