Atur Strategi Hadapi Pengupahan 2020, FSPMI Cirebon Raya Gelar Rapat Terbatas

Cirebon, KPonline – Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya mengadakan Rapat tentang Pengupahan di tahun 2020, bertempat di kantor Sekretariat Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya yang dihadiri oleh KC, PC SPAI Cirebon, Pilar FSPMI Cirebon, dan juga Depekab Cirebon, Minggu (03/11/2019).

Rapat ini dilakukan untuk membuat sebuah strategi dalam menghadapi upah di tahun 2020 serta UMSK tahun 2020 khususnya di Wilayah Cirebon, yang hingga sekarang masih belum terealisasi.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat tersebut, Ketua KC Asep Feddy Hartono menyampaikan “Cirebon Raya di tahun 2020 UMK harus terealisasi dan harus lahir yang namanya Upah Sektoral atau UMSK, karena dari dulu Cirebon belum ada yang namanya UMSK, untuk itu kita harus membentuk sebuah kekuatan, yang bila mana kekuatan tersebut harus dibarengi dengan strategi”.

“Kita hanya dikasih waktu sedikit, untuk merealisasikan UMK karena pada tanggal 21 November 2019 UMK seluruh Indonesia akan disahkan, jadi kita harus krisis dalam hal ini, untuk itu kita harus membuat strategi TIM” ujar Moh.Machbub (Sekretaris KC FSPMI Cirebon Raya).

Kita juga akan menolak kenaikan upah yang hanya naik 8,51% berdasarkan PP 78/2015, dan meminta agar menaikkan upah minimal 15%, tegasnya.

Dalam rapat ini disepakti jikalau pemerintah masih tetap menaikkan Upah berdasarkan PP 78/2015 khusunya diwilayah Cirebon, maka KC FSPMI Cirebon Raya akan melakukan Aksi.

(Intan Aliyah Handayani)

Pos terkait