Apakah Jaminan Kesehatan Nasional Pro Rakyat

Jakarta,KPonline – Sabtu 28 April 2018 tepat di museum Kebangkitan Nasional (Gedung STOVIA) tampak hadir para dokter dari berbagai kota yang akan menghadiri acara debat publik.

Sejak diluncurkannya 1 Januari 2014 lalu, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirancang bertujuan untuk jaminan kesehatan untuk rakyat indonesia agar dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera.

Namun keberhasilan JKN perlu adanya peran komitmen pemerintah dan negara harus hadir untuk menjamin kesehatan rakyatnya sesuai dengan amanah UUD 1945, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Melalui debat publik ini Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) membangkitkan kesadaran publik akan permasalahan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan mengoptimalkan dujmkungan publik dalam perbaikan JKN serta memberikan masukan yang konstruktif guna meningkatkan pelayanan kesehatan untuk rakyat. Karena keberhasil JKN adalah tanggung jawab kita sama-sama,” ujar Ketua Umum PB IDI, Prof.Dr.Ilham Oetama Marsis SPOG.

Dengan memasukinya tahun kelima, pelakasanaan sistem JKN telah menuai berbagai masalah yang semakin komplek.

Perlu adanya sebuah perbaikan demi terciptanya layanan kesehatan yang sangat bermanfaat untuk Rakyat.

Perlu adanya perbaikan system perundang-undangan dan peraturan atau pun Regulasi salah satu diantaranya
Permenakes No 56 tahun 2016 pemerintah perlu ditinjau ulang. (Jhole)