UMSK

Anies Temui Buruh DKI, Ini Hasilnya

Jakarta, KPonline  – Tujuh orang perwakilan pimpinan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan guru honorer, siang ini (30/10) bisa bertemu langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyampaikan tuntutannya terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar 16% dan kontrak politik.

Terungkap oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Ardiansyah bahwa dalam pertemuan ini Gubernur Anies Baswedan sangat paham sekali apa yang menjadi keprihatinan para pekerja. Tetapi memang ada ketentuan yang tidak bisa kita langgar.

Dalam pertemuan antara para buruh DKI dan Anies Baswedan yang berlangsung selama 1 jam tersebut ada beberapa hal dan program baru yang akan dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta ke depan untuk mensejahterakan buruh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui perwakilan serikat buruh yang berdemo di Balaikota Jakarta Rabu Siang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui perwakilan serikat buruh yang berdemo di Balaikota Jakarta Rabu Siang

“Kita sudah ada kartu pekerja, nanti kita akan buat yang namanya gerai koperasi pekerja. Kita juga akan merintis yang namanya klinik kesehatan,” kata Andri Yansyah.

Pemprov DKI juga akan memberikan program Pelatihan Kewirausahaan Terpadu (PKT) yang ditujukan untuk buruh buruh korban PHK, ataupun istri buruh agar pendapatan keluarga tidak hanya bertumpu pada suami yang bekerja, tetapi ada usaha-usaha yang dihasilkan oleh para istrinya. Sehingga pendapatan pekerja tidak hanya bertumpu pada suaminya yang bekerja. Tetapi juga bisa inovasi dan pemberdayaan usaha-usaha yang dihasilkan oleh para istrinya.

Sementara itu, ketua Perda KSPI DKI, Winarso mengatakan dirinya berterima kasih kepada Anies Baswedan karena telah mendengarkan apresiasi yang disampaikan para buruh.

“Pak Gubernur sangat mengapresiasi apa yang kita sampaikan. Dia nggak marah, dia menerima dan memahami aspirasi kita seperti apa,” ujar Winarso.

“Kita tunggu hasil UMP yang maksimal seperti apa keputusan gubernur nantinya, bila masih mentok kita cari alternatif lain seperti pada perjuangan UMSP tahun lalu, maupun program penyangga yang akan mengimbangi kekurangan yang ada.”tandasnya.

Mengingat hasil hari ini yang belum diputuskan, Winarso mengatakan akan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat KSPI terkait langkah apa yang akan diambil pihak buruh selanjutnya. Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan jika nantinya pihak buruh akan melakukan aksi kembali.

“Ketika pimpinan pusat mengatakan tetap menolak, ya kita akan menjalankan menolak juga. Tidak menutup kemungkinan kita akan aksi lagi di sini,” ungkapnya.