Aliansi Buruh Cimahi Sebarkan Leaflet Ajakan Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM

Sekitar 4.000 lembar selebaran dibagikan kepada masyarakat. Adapun daerah atau ruas jalan yang di gunakan oleh Aliansi Serikat Buruh Kota Cimahi untuk membagikan selebaran tersebut adalah pertigaan Mahar Martanegara arah Tol Baros depan PT. Kawi Mekar, Alun-alun Kota Cimahi, Play Over Cimindi dan sekitaran kawasan jalan industri, jalan Cibaligo Cimahi selatan.

Bandung, KPonline – Hari Senin mendatang tanggal 19 September 2022, disinyalir akan menjadi bukti bahwa negara sedang tidak baik-baik saja. Tanggal tersebut bagi serikat pekerja/serikat buruh yang ada di kota Cimahi akan dijadikan sebuah momen sejarah bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi yang dinaikan oleh pemerintah sangat memberatkan buruh dan masyarakat.

Sebagai bentuk ajakan bagi seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Cimahi hari ini Kamis (15/9/2022). Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kota Cimahi yang terdiri dari KSPSI, GOBSI, KASBI, SBSI 92, FSPMI dan SPN membagikan selebaran dibeberapa ruas jalan di Kota Cimahi. Sekitar 4.000 (empat ribu) lembar selebaran dibagikan kepada masyarakat. Adapun daerah atau ruas jalan yang di gunakan oleh Aliansi Serikat Buruh Kota Cimahi untuk membagikan selebaran tersebut adalah pertigaan Mahar Martanegara arah Tol Baros depan PT. Kawi Mekar, Alun-alun Kota Cimahi, Play Over Cimindi dan sekitaran kawasan jalan industri, jalan Cibaligo Cimahi selatan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dilakukan untuk mengajak masyarakat serta mengedukasi dampak dari kenaikan harga BBM tersebut sangat memberatkan masyarakat. Melambungnya harga- harga kebutuhan pokok, merangkaknya harga berbagai komoditi akan berlangsung terus menerus. Tak hanya di situ, kesengsaraan buruh pun akan semakin tercekik, sebab akan dipastikan kenaikan upah untuk tahun 2023 mendatang pun akan seperti tahun sebelumnya, bahkan untuk Kota Cimahi disinyalir tidak akan mengalami kenaikan.

Adapun isu tuntutan yang akan disampaikan melalui aksi unjuk rasa pada hari Senin tanggal 19 September tersebut adalah
1. Tolak kenaikan harga BBM
2. Cabut Omnibus Law Undang- undang Cipta Kerja
3. Naikan upah Kota Cimahi sebesar 25 persen
4. Tekan angka Pengangguran di Kota Cimahi.

Masa aksi selebaran ini menurut pantauan awak Media Perdjoeangan FSPMI Bandung Raya akan berakhir pada sore hari dikawasan Industri Kota Cimahi.

( Zenk )

Pos terkait