Aksi Penolakan Revisi UU Ketenagakerjaan Aliansi Buruh Jawa Barat Didukung Mahasiswa Papua

Bandung, KPonline – Di sela aksi buruh Jawa Barat yang menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana revisi UU Ketenagakerjaan dan memdesak agar segera dibuat Surat Keputusan mengenai  Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Karawang, puluhan Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aksi Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Air dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan juga menggelar aksi unjuk rasa damai yang sama di depan Kantor Pemerintahan Gubernur Bandung Jawa Barat, Kamis (22/8/2019).

Aksi mahasiswa tersebut menuntut kepada Pemerintah Jawa Barat sebagai berikut :

1. Tangkap dan adili pelaku pemberangusan ruang demokrasi di Surabaya, yang telah mengakibatkan 5 (lima) orang terluka berat dan belasan lainnya luka-luka ringan.

2. Menolak dan mengutuk keras aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang.

3. Stop rasis dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua.

4. Menentukan nasib sendiri sebagai solusi dari penyelesaian masalah rasis kepada orang Papua.

5. Gubernur Jawa Timur segera bertanggung jawab menangkap dan adili pelaku provokator.

6. Memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi bagi Rakyat Papua.

7. Tarik militer (TNI/POLRI) organik dan non-organik dari seluruh tanah Papua sebagai syarat damai.

8. Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC dan yang lainnya, yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas tanah Papua.

9. Buka akses bantuan kemanusiaan ke West Papua.

10. Buka akses jurnalis internasional dan nasional ke West Papua.

11. Hormati dan lindungi hak kebebasan berkumpul dan mengemukakan pendapat sebagaimana yang dimaksud dalam konstitusi.

12. Mendukung Pasific Islan Forum (PIF) dan Melanesia Spearhead Group (MSG) untuk memperjuangkan Dekolonisasi West Papua di PBB.

Selain 12 tuntuntan tersebut, peserta aksi juga menuliskan di sebuah media berupa spanduk kecil atau dari kertas karton untuk menolak revisi UU  Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan sikap represif terhadap buruh.

Tamelek Kosay selaku Juru Bicara Aksi Mahasiswa Organisasi Ikatan Mahasiswa Setanah Papua dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan mengatakan, “Kami akan terus menggelar aksi sampai tuntutan kami dipenuhi.” ujarnya (Pnj/Lnd)