Bekasi, KPonline- Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAMK FSPMI) Kab/Kota Bekasi menggelar rapat strategis internal pada Kamis, 18 Juni 2026 di ruang PC SPAMK, Gedung FSPMI, Jl. Yapink Putra No.11, Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pertemuan ini mempertemukan Bidang Pendidikan, Biro, serta Tim Pelatihan PC SPAMK FSPMI Bekasi untuk membahas keberlanjutan roda organisasi dan penguatan basis kaderisasi buruh di wilayah Bekasi.
Rapat tersebut memfokuskan pembahasan pada PAW biro bidang pendidikan dan rencana taktis peningkatan kapasitas anggota melalui program pendidikan formal organisasi.
“Dinamika internal organisasi menjadi agenda pembuka dalam pertemuan ini. Pimpinan rapat memaparkan hasil mekanisasi Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu biro pendidikan PC SPAMK FSPMI Kab/Kota Bekasi yang mengambil langkah secara resmi dengan keputusan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik, baik dari perusahaan tempatnya bekerja maupun dari posisinya di struktur Biro Bidang Pendidikan PC SPAMK FSPMI Bekasi,” ucap Marsiman selaku Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan.
”Langkah ini menegaskan bahwa regulasi dan roda organisasi FSPMI Bekasi tetap berjalan secara profesional. Pengisian kekosongan jabatan melalui PAW ini diharapkan dapat langsung mengembalikan ritme kerja Bidang Pendidikan secara optimal tanpa ada kekosongan peran yang berkepanjangan,” tambahnya.
Agenda paling strategis dalam pertemuan Kamis lalu adalah pembahasan cetak biru (blueprint) penyelenggaraan Sekolah Buruh Batch 2. Setelah dinilai sukses pada penyelenggaraan batch pertama, PC SPAMK FSPMI Bekasi sepakat untuk melanjutkan program tersebut.
Fathurohman selaku Wakil Ketua Bidang Pendididkan pun menjelaskan secara lugas terkait agenda tersebut.
”Tujuan utama dari dibukanya kembali Sekolah Buruh ini adalah Kaderisasi. Di tengah tantangan dunia industri yang semakin kompleks di tahun 2026, PC SPAMK FSPMI Bekasi memandang pentingnya melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya militan di lapangan, tetapi juga memiliki kedalaman pemikiran, pemahaman regulasi ketenagakerjaan yang kuat, serta kemampuan negosiasi yang berbasis data,” kata Fathurohman.
”Melalui rapat koordinasi ini, PC SPAMK FSPMI Kab./Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya bahwa pendidikan adalah pilar utama perjuangan kelas pekerja. Pergantian pengurus (PAW) bukan menjadi hambatan, melainkan momentum penyegaran untuk menyukseskan agenda besar investasi manusia melalui Sekolah Buruh Batch 2,” pungkasnya.
Dengan kaderisasi yang terstruktur dan masif, FSPMI Bekasi optimistis dapat terus mengawal hak-hak buruh dan menjadi mitra strategis yang disegani dalam hubungan industrial di kawasan industri terbesar di Indonesia ini. (Jay Mujazim)