Agenda Kerja KATO Bersama FSPMI

Para driver ojek online juga turun ke jalan saat peringatan hari buruh (May Day), 1 Mei 2018./Dokumentasi KATO

Jakarta, KPonline – Sejak KATO dibentuk oleh FSPMI-KSPI pada tanggal 3 April 2018, telah menjalankan beberapa program kerja, seperti engajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi dan melakukan Somasi pada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Ketua DPR RI, Kemenhub, Kemenkumham.

Selanjutnya, agenda kerja KATO adalah sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

1. Memperjuangkan revisi Undang-undang tentang transportasi yang harus mengakui roda dua (motor) menjadi alat transportasi umum. Ini pintu masuk bagi FSPMI untuk menuntut hak-hak pengemudi ojek online.

2. Meluruskan makna kemitraan dan atau membawa kepada hubungan kerja sehingga ada pendapatan layak, hidup layak dan kerja layak.

3. Dapat melakukan perundingan bersama dengan pimpinan perusahaan ojek online tanpa ada inditimidasi.

4. Kesetaraan dalam hubungan kerja.

5. Mengajak para pengemudi Ojol untuk bergabung dengan SPDT FSPMI sebagai kekuatan massa dalam membuat konsep,loby dan aksi.

Tanpa bermaksud mengintervensi dan mengobok-obok wadah dan komunitas saudara-saudara kita yang sudah terbentuk, KATO mempersilakan untuk tetap menjaga wadah dan komunitas yang sudah ada.

FSPMI sebagai organisasi serikat pekerja/serikat buruh berkepentingan pekerjaan pengemudi ojek online memenuhi unsur hubungan kerja yaitu; ada perintah kerja, ada pemberi kerja, dan ada upah kerja.

Kenyataannya, pada saat ini, pengemudi ojek online dalam hak dan kewajibannya jauh panggang dari api.

Inilah yang seharusnya kesadaran pengemudi ojek online sebagai pelaku industri digital. Sayangnya Ojol sebagai kumpulan komunitas yang berjumlah ratusan ribu pengemudi masih terkotak-kotak.

Ada yang mendapatkan untung yang besar, sementara pengemudi ojek online jadi korban kebijakan politik, seperti tarif murah, jaminan kecelakaan dan kesehatan tidak ada, pajak dikejar-kejar, dsb.

Dengan demikian, ojek online jangan apatis dengan politik. Pengemudi ojek online harus bisa menentukan warna bangsa ini dengan menentukan nasib sendiri.

Pos terkait