Ada Kesamaan Negara Dengan Serikat Pekerja

Ada Kesamaan Negara Dengan Serikat Pekerja

Negara untuk membiayai operasionalnya dalam membangun negara dan kesejahteraan rakyatnya memerlukan biaya yang sangat besar, salah satu sumber dana yang digunakan oleh negara untuk membiayai operasionalnya adalah berasal dari Pajak Rakyat.

Lalu, apakah cukup hanya dengan pajak dari rakyat negara bisa membiayai operasionalnya, meski pajak rakyat adalah salah satu sumber terbesar pemasukan negara.

Meski pajak adalah salah satu sumber terbesar pemasukan negara, ternyata tidak mampu untuk mencukupi biaya operasional sebuah negara, maka negara menciptakan sumber-sumber lain, sebagai pemasukan.

Di antaranya adalah negara membangun unit-unit bisnis dengan membangun perusahaan perusahaan negara, melakukan jual beli dengan negara lain bahkan juga dengan rakyatnya sendiri di semua lini sektor.

Lalu bagaimana dengan Serikat Pekerja ?

Apakah serikat pekerja dalam membiayai operasional perjuangannya sudah cukup hanya dengan Check Off System (COS) yang ada ?

Andai saja tidak cukup, akankah serikat pekerja menciptakan sumber sumber pemasukan lain untuk membantu membiayai operasional perjuangannya selain dari COS ?

Sementara fakta lainnya yang terjadi di serikat pekerja adalah jumlah anggota yang terus berkurang dari waktu ke waktu, sehingga COS juga akan mengalami penurunan, dan fakta lainnya adalah pekerja yang berserikat setelah ter-PHK kondisi kehidupan sosial, ekonominya, mayoritas jatuh, dan kondisi kehidupan sosial, ekonominya, membaik hanya pada saat pekerja masih bekerja dan berserikat.

Adakah upaya upaya lain yang akan dilakukan oleh serikat pekerja agar para anggotanya setelah ter-PHK, kondisi kehidupan sosial, ekonominya tetap membaik seperti ketika mereka masih bekerja dan menjadi anggota serikat pekerja dengan terus berjuang bersama serikat pekerjanya ?

Serikat Pekerja anggap saja adalah negara. COS anggap saja adalah pajak.

Ditulis oleh Henut Hendro, S.E. (Direktur Inkopbumi FSPMI)