5 Hal yang Menguatkan Dugaan Union Busting di RSIJ Pondok Kopi

  • Whatsapp
Stop Union Busting. MEDIA PERDJOEANGAN/Kahar S. Cahyono

Jakarta, KPonline – Ketua Umum FSP FARKES Reformasi yang juga pekerja Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi, Idris Idham, di PHK. Serikat Pekerja menyebut, PHK tersebut tidak sesuai dengan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Jika tidak sesuai dengan PKB, lalu apa alasan yang sesungguhnya? Ketua DPD FSP Farkes Reformasi DKI Jakarta Amirudin menduga PKB ini lebih mengarah kepada union busting (pemberangusan serikat pekerja).

Bacaan Lainnya

Tentu saja, pihak pihak rumah sakit tidak menyebutkan bahwa alasan PHK merupakan union busting. Namun demikian, dugaan itu dikuatkan dengan adanya 5 (lima) hal berikut:

1. Idris Idham Memperjuangkan Buruh Outsourcing 

Saat baru menjadi Ketua Umum FSP Farkes Reformasi setelah munas ke V di Semarang, Idris Idham  memperjuangkan buruh outsourcing di RSIJ Pondok Kopi yang statusnya tidak jelas dari status kerjanya, upah, lembur, agar diangkat menjadi karyawan tetap di RSIJ Pondok Kopi. Kasus ini sedang menunggu putusan di Mahkamah Agung.

2. Idris Idham Memperjuangkan Karyawan Kontrak

Pada Maret 2017, Idris Idham juga membantu advokasi terhadap buruh kontrak yang bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003. Berkat perjuangannya, pekerja tersebut diangkat menjadi PKWTT atau karyawan tetap.

3. Idris Idham Diturunkan dari Jabatannya

Pada bulan Mei 2017, Idris Idham diturunkan jabatannya (demosi) dari kepala seksi (Ka.Sie) menjadi pelaksana security. Kebijaka ini diduga merupakan bentuk union busting. Karena jelas untuk menjadi security itu harus punya kompetensinya atau sertifikasi. Bagaimana mungkin seorang Kasie Pelayanan Umum didemosi di bidang yang bukan kompetensinya?

Demosi ini, diduga erat kaitannya dengan perjuangan Idris Idham dalam memperjuangkan buruh outsourcing dan buruh kontrak.

4. Pemotongan Iuran Anggota PUK SP Farkes/R RSIJ Pondok Kopi Dihentikan oleh Manajemen 

Cos atau iuran anggota PUK SP Farkes/R RSIJ Pondok Kopi yang biasanya dipotong langsung melalui gaji, dihentikan oleh manajemen RSIJ Pondok Kopi per bulan September 2017.

Tindakan ini diduga untuk melemahkan serikat pekerja, PUK SP Farkes/R RSIJ Pondok Kopi.

5. Terbit Surat Edaran Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah Mengenai Pembentukan Serikat Pekerja di lingkuangan Aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta 

Sekitar awal Januari 2018, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran mengenai pembentukan Serikat Pekerja di lingkuangan Aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta. Disebutkan dalam surat itu, tujuannya untuk menghalau faham sosialis yang masuk ke RSIJ. Selain itu, juga beredar pula edaran yang mewajibkan karyawan Rumah Sakit Islam menjadi anggota Serikat Pekerja yang dibentuk oleh MPKU.

Beredarnya surat tersebut, semakin menguatkan dugaan bahwa managemen memang ingin memberangus serikat pekerja. Apalagi kemudian Idris Idham yang merupakan orang nomor satu di FSP FARKES Reformasi yang kebetulan juga bekerja di RSIJ Pondok kopi di PHK.

Pos terkait