4 PUK SPEE FSPMI Dari Pekerja PLN Sumbar PT. HPI Berunding dengan Manajemen

  • Whatsapp

Padang, KPonline – Akhirnya pihak perusahaan mau menemui pekerja PLN Sumatera Barat pada Kamis, 23 Januari 2019. Pertemuan antara 4 PUK SPEE FSPMI Sumatra Barat dengan pimpinan manajemen PT. HP dan HPI.

Agenda berlangsung cukup lama dari agenda yang di jadwalkan. Dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai tengah malam.

Bacaan Lainnya

Rapat ini di hadiri oleh Manager Region 4, Asisten Manager HI HCM PT. HP, dan Asisten Manajer HI HCM PT. HPI sebagai perwakilan dari perusahaan.

Pertemuan yang sempat tertunda beberapa kali ini dilakukan di Hotel Bunda, Jalan Bundo Kanduang No.19 Padang Barat, Kota Padang. Dari pihak pekerja dihadiri oleh pengurus dan beberapa anggota lainnya dari masing-masing PUK yaitu dari Padang, Solok, Bukittinggi dan Payakumbuh.

Pihak PUK terus berusaha agar pertemuan ini terealisasi karena semua berangkat dari ketidakadilan yang dirasakan oleh tenaga kerja. Yang sangat jelas selama ini diduga perusahaan banyak melalaikan hak-hak dari para pekerja yang mana sudah diamanatkan oleh undang undang.

Ada 34 poin permasalahan yg diangkat oleh 4 PUK SPEE FSPMI Sumbar yang diharapkan dapat di selesaikan secepatnya. Pelanggaran hak-hak normatif yang secara umum ini akan melemahkan tenaga kerja dan tentu saja akan berimbas kepada pelayanan PLN terhadap masyarakat Sumbar juga jika tidak segera direalisasikan dengan baik.

“Dalam pertemuan tersebut pihak management selalu menekankan efektifitas pekerjaan. Sementara ketika ditanya hak-hak mereka selau mengatakan base on kontrak. Jadi pihak perusahaan meminta tenaga kerja untuk memahami perusahaan, dengan kata-kata base on kontrak. Bagaimana dengan hak-hak pekerja yang mana memang sudah di amanatkan oleh undang undang, apakah kontrak mereka tidak sedikitpun merujuk kepada undang-undang?” Tutur narasumber saat dikonfirmasi melalu WhatsApp.

Sebelumnya 4 PUK SPEE FSPMI PT. HPI Sumbar mengadakan rapat di Singkarak menyatakan sepakat siap melakukan mogok kerja jika memang hak-hak normatif mereka terus terabaikan dan tidak kunjung di selesaikan. (Chandra)

Pos terkait