Tari Topeng Ireng Ala FSPMI Tangerang

Tangerang, KPonline – Konon tari Topeng Ireng merupakan peninggalan wali yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam. Pada awalnya tarian ini dikenal dengan nama kesenian Dayakan. Nama Dayakan diambil dari kostum penari yang menyerupai pakaian adat suku Dayak. Dalam pertunjukannya, para penari berbaris lurus dan diiringi irama gamelan yang keras dan penuh semangat, seperti arti namanya, topeng ireng: Toto Lempeng Irama Kenceng.

Tarian ini merupakan wujud kesenian tradisional yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri/pencaksilat. Terlihat dari iringan musik yang rancak dan lagu dengan syair islami.

Daya Tarik Utama dari pertunjukan tari Topeng ireng pada kostum para penarinya. Sang penari memakai mahkota dengan hiasan bulu warna-warni seperti suku Indian. Untuk kostum bagian bawah seperti suku Dayak, rok berumbai-rumbai. Aksesorisnya pun cukup unik, menggunakan sepatu gladiator/sepatu boot dengan gelang kelintingan yang berjumlah ratusan buah setiap penarinya sehingga menimbulkan suara gemerincing pada tiap gerakan tarian.

Di Tangerang sendiri, terdapat komunitas kesenian tradisional Topeng Ireng yang bernama Cahyo Kawedar. Kelompok ini beranggotakan 16 personil dari anggota FSPMI dan Garda Metal Tangerang, di bawah pimpinan Utomo, yang juga Sekjen Garda Metal Tangerang Raya.

Cahyo Kawedar personilnya adalah sekumpulan anak muda yang aktif. Setiap malam Senin mereka melakukan latihan di depan Kantor Sekretariat Konsulat Cabang Tangerang, Jatiuwung – Tangerang.

Komunitas ini hampir selalu hadir disetiap event kegiatan organisasi maupun undangan lainnya untuk menampilkan kesenian tradisional yang pada jaman sekarang ini, dikota-kota besar kesenian tersebut sangat jarang sekali dijumpai. Tak hanya dari itu, komunitas ini pun mampu meningkatkan kekompakan, kesolidan dan kekuatan persaudaraan, dengan slogan: Saudara Walau Tak Sedarah.

Teruslah berkarya. Tanam dan majukan kesenian tradisional Indonesia.

Penulis: Firman/Chuky