Walikota Semarang Blak-blakan Sampaikan Alasannya Menaikkan Upah Minimum Kota Tahun 2024 di Luar PP51

Walikota Semarang Blak-blakan Sampaikan Alasannya Menaikkan Upah Minimum Kota Tahun 2024 di Luar PP51

Semarang, KPOnline – Walikota Semarang Ir. Hj Hevearita G Rahayu, M.Sos atau biasa dipanggil Mbak Ita, disela-sela kesibukannya melaksanakan tugasnya sebagai walikota, dalam acara MUSCAB III PC SPAI FSPMI Kota Semarang yang digelar di Hotel Siliwangi Semarang pada hari Minggu (30/6/2024), berkenan untuk hadir dan memberikan sambutannya.

Mbak Ita menyampaikan alasannya mengapa mau datang di acara Muscab tersebut, karena dirinya sangat senang bertemu dengan elemen masyarakat dan sebagai pengampu wilayah maka seluruh masyarakat juga perlu kita ayomi

Dalam sambutannya, menyinggung penetapan upah minimum Kota tahun 2024 yang telah ditetapkannya yang tidak mengikuti PP51, Mbak Ita secara blak-blakan menyampaikannya kepada semua peserta .

“Kita disini hanya mengusulkan dan Alhamdulillah bisa disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jadi sebelum ditentukan ke provinsi kita melakukan tripartite, walaupun tidak secara formal tapi informal, saya tanya dulu dari pengusaha bisanya seberapa, dari serikat pekerja mintanya seberapa. Jadi kalo kita bicara puas ya tidak akan ada puasnya, tetapi bagaimana Perusahaan itu juga mampu, pekerja juga bisa sama sama menerima dan alhamdulillah sebelum saya tandatangani  semua saya komunikasikan dan alhamdulillah semuanya happy,” ucapnya yang seakan menyanggah bahwa Apindo tidak menyetujui besaran kenaikan upah di Kota Semarang.

“Tapi kalaupun ada yang suka atau tidak itu hal yang biasa, tapi Alhamdulillah kami dengan serikat pekerja dan kami dengan apindo ini damai,” lanjutnya.

“Dan tentu saja saya berharap juga bahwa bapak ibu sekalian dapat bekerja dengan baik, support dengan pemilik-pemilik perusahaan dan kalaupun ada masalah bisa menemui saya, jangan demo-demo dulu tapi komunikasikan dengan saya,” imbuhnya mengingatkan.

Selain itu, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Kota Semarang sudah membentuk Day Care bagi anak pekerja yang mengalami stunting dan kedepannya akan berusaha mendorong Perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Semarang agar dapat membentuk Day Care untuk para pekerjanya.

Tak lupa pula dirinya juga mengingatkan kepada peserta MUSCAB untuk menghindari yang masih marak saat ini yaitu Judi Online. (sup)

 

Photo : Ella