Ungkapan Akhir Intan, Pengurus Media Perdjoeangan Cirebon Raya

Ungkapan Akhir Intan, Pengurus Media Perdjoeangan Cirebon Raya

Cirebon, KPonline-Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan Media Perdjoeangan Daerah Cirebon Raya periode 2021-2026. Dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) Media Perdjoeangan Cirebon Raya yang diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya pada Sabtu (25/7), Intan Aliyah Handayani yang mewakili seluruh jajaran pengurus menyampaikan rasa syukur sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan kepada seluruh keluarga besar FSPMI Cirebon Raya dalam pengabdian yang telah dijalankannya bersama tim Media Perdjoeangan Cirebon Raya selama lima tahun terakhir.

Kemudian dalam sambutannya, Intan mengatakan bahwa amanah memimpin Media Perdjoeangan selama periode 2021-2026 merupakan tanggung jawab besar yang dijalankan di tengah berbagai dinamika organisasi.

Bacaan Lainnya

“Selama lima tahun terakhir, kita telah bersama-sama mengarungi dinamika organisasi yang tidak mudah. Berbagai tantangan telah kita hadapi dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan kaum buruh melalui media,” ungkapnya.

Meski demikian, Intan menyadari bahwa dalam menjalankan roda organisasi masih terdapat berbagai kekurangan. Sebagai manusia biasa, pengurus mengakui masih ada target yang belum tercapai, program yang belum terlaksana secara maksimal, serta langkah-langkah yang belum sempurna dalam mengemban amanah organisasi.

“Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mewakili jajaran Pengurus Media Perdjoeangan Cirebon Raya periode 2021-2026 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota FSPMI Cirebon Raya atas segala keterbatasan kami selama memegang mandat ini,” ujarnya.

Memasuki estafet kepemimpinan periode 2026-2031, Intan menitipkan sejumlah harapan agar Media Perdjoeangan Cirebon Raya semakin kuat sebagai pilar informasi organisasi.

Pertama, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan seluruh bidang dan perangkat organisasi di lingkungan FSPMI Cirebon Raya sehingga setiap program perjuangan dapat tersampaikan secara efektif kepada anggota maupun masyarakat luas.

Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya media menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tren media digital dinilai menjadi kunci agar suara kaum buruh tetap didengar, dipercaya, dan diperhitungkan di tengah derasnya arus informasi.

Selain itu, militansi perjuangan juga diharapkan tetap menjadi ruh dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan. Setiap tulisan, liputan, maupun konten yang dipublikasikan harus senantiasa berpijak pada idealisme perjuangan buruh, mengedepankan fakta, serta menjadi corong aspirasi pekerja.

Intan mengajak seluruh keluarga besar Media Perdjoeangan untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun organisasi.

“Mari kita bekerja sama dan bekerja sama-sama demi kemajuan organisasi. Media Perdjoeangan bukan sekadar alat propaganda, melainkan napas dan benteng informasi kaum buruh.” pungkas Intan Aliyah Handayani

Pos terkait