Pelalawan, KpOnline- Dalam rangka memperkuat konsolidasi dan solidaritas sesama buruh perkebunan, (PUK SPPK-FSPMI) PT. ADEI dan (PUK SPPK-FSPMI) PT. SAFARI menggelar diskusi bersama terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi pekerja, khususnya mengenai perjuangan pengembalian Natura serta sejumlah permasalahan buruh perkebunan lainnya.
Kedua PUK tersebut merupakan bagian dari satu grup perusahaan, PT. Adei Plantation & Industry (KLK). Kesamaan lingkungan kerja dan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja menjadi salah satu dasar penting untuk membangun komunikasi, bertukar pengalaman, serta memperkuat perjuangan bersama.
Dalam diskusi tersebut, salah satu perhatian utama adalah mengenai Natura atau catu kebutuhan pokok bagi pekerja dan keluarganya. Natura dinilai bukan sekadar persoalan pemberian barang atau fasilitas, tetapi berkaitan erat dengan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Serikat pekerja menilai bahwa setiap kebijakan yang menyangkut kesejahteraan buruh perlu dibicarakan secara terbuka dan melalui mekanisme hubungan industrial yang baik. Karena itu, perjuangan pengembalian Natura akan terus dikawal melalui jalur perundingan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain Natura, diskusi juga membahas berbagai persoalan lain yang muncul dalam hubungan kerja di sektor perkebunan, antara lain persoalan target dan basis kerja, premi, beban kerja, K3, kesejahteraan pekerja, kepastian hak-hak buruh, serta perlindungan terhadap anggota serikat pekerja.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarpengurus dan anggota serikat pekerja. Dengan berada dalam satu grup perusahaan, kedua PUK melihat pentingnya membangun solidaritas, kekompakan, dan pertukaran informasi agar setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diperjuangkan secara lebih terarah.
“Kita mungkin berbeda lokasi kerja, tetapi kita berada dalam satu grup dan memiliki kepentingan yang sama sebagai buruh. Karena itu, komunikasi dan solidaritas harus terus dibangun. Perjuangan pengembalian Natura dan persoalan buruh lainnya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus dikawal dengan kekompakan dan satu komando organisasi,” pungkas Abdurrahman
(PUK SPPK-FSPMI) PT. ADEI Abdurrahman dan (PUK SPPK-FSPMI) PT. SAFARI Tri Marjono berharap komunikasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya untuk membahas persoalan yang sedang dihadapi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman anggota terhadap hak, kewajiban, dan perjuangan serikat pekerja.