Koordinator Liputan Nasional Media Perdjoeangan Dalam Rakerdasus Tegaskan Media Harus Beradaptasi dan Memahami Posisi sebagai Pilar Organisasi

Koordinator Liputan Nasional Media Perdjoeangan Dalam Rakerdasus Tegaskan Media Harus Beradaptasi dan Memahami Posisi sebagai Pilar Organisasi

Cirebon, KPonline-Koordinator Liputan Nasional (Korlipnas) Media Perdjoeangan, Agung Purwanto, menegaskan bahwa Media Perdjoeangan memiliki peran penting sebagai bagian dari pilar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus memahami posisi dan fungsi dalam struktur organisasi.

Hal tersebut disampaikan Agung dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) Media Perdjoeangan Cirebon Raya yang diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang (KC) FSPMI Cirebon Raya. Sabtu, (25/7/2026).

Bacaan Lainnya

Agung pun mengapresiasi semangat para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Cirebon Raya, seperti Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, hingga Indramayu. Menurutnya, kehadiran para peserta pada akhir pekan menunjukkan komitmen tinggi untuk membangun dan memperkuat Media Perdjoeangan.

“Di hari Sabtu, yang seharusnya menjadi waktu bersama keluarga, teman-teman tetap hadir mengikuti Rakerdasus. Ini menunjukkan semangat perjuangan yang luar biasa dan menjadi modal penting bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.

Agung berujar bahwa dirinya memiliki ikatan emosional dengan Cirebon karena leluhurnya berasal dari Palimanan. Agung pun mengaku bangga melihat perkembangan Media Perdjoeangan Cirebon Raya. Ia menyebut perjalanan organisasi ini penuh dinamika, namun tetap mampu bertahan dan terus berkembang berkat komitmen para pengurus dan anggotanya.

Secara khusus, Agung memberikan apresiasi kepada Ketua Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya, Asep Feddy Hartono, yang dinilainya telah mengawal perjalanan organisasi dari berbagai fase, baik ketika menghadapi tantangan maupun saat mengalami kemajuan.

“Naik turunnya Media Perdjoeangan Cirebon Raya saya saksikan sendiri. Perjuangan itu dijaga bersama Asep Feddy Hartono dan seluruh kawan-kawan. Karena itu, pengurus yang baru harus menjaga semangat kebersamaan. Kita semua adalah keluarga besar FSPMI,” katanya.

Lebih lanjut, Agung mengingatkan bahwa Media Perdjoeangan merupakan salah satu dari tujuh pilar organisasi yang menopang rumah besar FSPMI. Oleh karena itu, setiap pengurus harus memahami posisi, fungsi, serta hubungan kerja dengan pilar-pilar lainnya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan tugas organisasi.

Ia juga menjelaskan bahwa Media Perdjoeangan telah mengalami transformasi besar sejak tahun 2016, ketika Koran Perdjoeangan bertransformasi menjadi Media Perdjoeangan sebagai respons terhadap perkembangan teknologi digital.

“Perubahan itu bukan tanpa alasan. Era digital memaksa kita beradaptasi. Sekarang ada internet, gadget, media sosial, dan semuanya harus dimanfaatkan. Tidak mungkin kita mempertahankan pola lama di tengah perubahan zaman. Media perjuangan harus mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan dan mampu menjangkau lebih banyak pembaca,” jelasnya.

Kemudian, kata Agung, insan Media Perdjoeangan tidak hanya dituntut mampu memproduksi berita, tetapi juga harus aktif mengikuti perkembangan isu-isu nasional dan memahami arah kebijakan organisasi. Ia mendorong seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan sekaligus memperkuat literasi digital.

Agung pun kembali menegaskan pentingnya memahami tata kelola organisasi. Ia mengungkapkan bahwa Media Perdjoeangan sebagai pilar memiliki mekanisme koordinasi yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Karena itu, menurut Agung, pelaksanaan tugas sehari-hari harus mengikuti jalur koordinasi yang telah ditetapkan, sehingga setiap program berjalan selaras dengan visi dan misi organisasi.

Singkatnya, Agung mengajak seluruh pengurus Media Perdjoeangan Cirebon Raya untuk menjadikan periode kepengurusan baru sebagai momentum penyegaran organisasi melalui inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja-kerja jurnalistik yang profesional.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Media Perdjoeangan Cirebon Raya akan semakin maju, mampu menjadi corong informasi organisasi, serta terus mengawal perjuangan kaum pekerja di Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait