Tuntut Rekomendasi di Revisi, Buruh Batam Kembali Gelar Aksi

Batam,KPonline – Buruh Batam kembali mendatangi kantor Walikota Batam, Senin(5/12) untuk meminta Walikota Merevisi rekomendasikan UMK Batam menjadi 13%.

“Kami menolak rekomendasi Wali Kota Rp4.5 juta” kata salah seorang Orator

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Mangara Simarmata di Batam, Jumat mengatakan pembahasan penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam terpaksa ditunda karena situasi yang semakin tidak kondusif.

“Demi kondusivitas terpaksa kita tunda. Kondisinya tidak memungkinkan lagi melanjutkan pembahasan. Waktunya kapan, kita akan tanyakan kepada pimpinan. Untuk teknis, nanti akan dibahas kembali. Rekomendasi Wali Kota Batam sudah sampai kepada Gubernur,” kata Mangara saat ditemui usai rapat pembahasan penetapan UMK Kepri, Jumat 2 Desember 2022.

Ia menjelaskan dalam rapat pembahasan penetapan UMK Kepri hanya tersisa Kota Batam yang belum mendapatkan persetujuan dari asosiasi pekerja terkait pengajuan angka upah tahun 2023.

“Untuk enam kabupaten/kota lainnya hanya Lingga saja yang tidak mengusulkan angka untuk UMK 2023, nanti ini akan disesuaikan dengan besaran UMP Kepri,” ujar Mangara.

Lebih lanjut Mangara menyebutkan dalam rapat pembahasan penetapan UMK, dewan pengupahan Kota Batam dari unsur pekerja mempersoalkan terkait rumusan alfa yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Terkait penetapan alfa kami tidak punya wewenang. Itu berada pada dewan pengupahan di masing-masing kabupaten/kota,” kata Mangara.

Ia menyampaikan UMK akan ditetapkan pada tanggal 7 Desember 2022 sesuai dengan aturan yang tertera pada Permenaker 18 tahun 2023.

“Kita masih ada waktu sampai tanggal 7 Desember nanti. Terkait pelaksanaan rapatnya lagi akan dilihat dari perkembangan lanjutan. Saat ini semua rekomendasi dari kabupaten/kota sudah masuk di Gubernur, dan ini Gubernur minta kita untuk pembahasannya,” kata dia.

Seperti di ketahui Wali Kota Batam Rudi akhirnya merekomendasikan UMK Batam 2023 sebesar Rp4.500.440. Usulan itu tertuang dalam Surat Wali Kota Batam Nomor 1260/KT.04.02/XII/2022 tentang Rekomendasi Penyesuaian Upah Minimum Kota Batam Tahun 2023.

“Berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022, kami mengusulkan penyesuaian Upah minimum Kota Batam Tahun 2023 sebesar Rp4.500.440,” bunyi surat rekomendasi tersebut

Rekomendasi ini ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) pada Kamis 1 Desember 2022. Besaran UMK Batam 2023 dalam rekomendasi itu berdasarkan hasil pembahasan Dewan Pengupahan yang berlangsung pada Selasa, 29 November 2022.

(Roi Sidabutar)

Pos terkait