Tolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Tidak Mesti Tunggu Intruksi

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Dalam rangka sosialisasi tentang bahaya RUU Omnibus Law, Konsulat Cabang FSPMI Bandung Raya kunjungi seluruh PUK di perusahaan-perusahaan pada Selasa 3 Maret 2020 dan salah satunya adalah PUK SPAI-FSPMI PT. Ayoe Indotama Textile.

Kali ini Hendrayana Hendri selaku sekretaris KC FSPMI Bandung Raya menyempatkan diri untuk hadir di PT. Ayoetex, memenuhi agenda jadwal yang telah ditentukan pada rapat koordinasi KC, PC, PUK & Pilar FSPMI Bandung Raya beberapa waktu yang lalu.

Berita Lainnya

Dalam kunjungannya Hendra menegaskan, bahwa kita sebagai anggota apalagi pengurus PUK FSPMI, harus selalu siap sedia menangkis atau melawan kebijakan pemerintah melalui RUU Omnibus Law yang akan sangat merugikan kaum pekerja atau buruh dan seharusnya tidak mesti menunggu intruksi.

Penolakan atau perlawanan melalui aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum buruh diberbagai daerah dalam menolak RUU tersebut mulai gencar dilakukan. Tentu itu harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk turut serta melakukan hal yang sama.

Menurut Hendra, dengan adanya aturan yang terdahulu saja para pengusaha masih berani melanggarnya, apalagi kalau nanti dalam undang-undang yang baru ditiadakan. Hal ini saya sampaikan tidak hanya sekedar disampaikan saja lalu berhenti sampai disini, akan tetapi kedepan saya beserta kawan-kawan pengurus disemua tingkatan harus mampu menggerakan seluruh anggota.

Hendra pun berpesan kepada yang hadir pada saat ini wajib menyampaikan sosialisasi kepada rekan-rekan anggota, rekan kerja, saudara dan pekerja yang lainya serta kepada masyarakat luas, baik itu kepada anggota maupun kepada non anggota disetiap bagian.

Ada beberapa hal dalam RUU Omnibus Law tersebut yang akan merugikan pekerja. Aturan yang tadinya ada menjadi di hilangkan, salah-satunya pada saat kawan kawan pekerja mengundurkan diri, nilai perhitungannya diprediksi akan menurun, tidak seperti saat ini. Padahal hal hal demikian itu adalah harapan kita kedepan, ketika masih lanjut bekerja atau pada saat berhenti bekerja.

Agenda ditutup dengan foto bersama dan perekaman video pendek penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan dipimpin langsung oleh ketua PUK SPAI-FSPMI PT. Ayoetex. (Drey)

Pos terkait