Tolak Listrik Naik, FSPMI Batam Kembali Turun Ke Jalan

Batam,KPonline – Kamis, 13/04/2017, ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam mendatangi kantor Graha Kepri, Batam.

Iringan-iringan massa aksi yang bergerak dari titik kumpul halte panbil muka kuning sudah mulai mengular menuju kantor Graha Kepri Batam. Meskipun cuaca Batam sedikit mendung dan dibarengi dengan rintik-rintik gerimis, tetapi tidak menyurutkan langkah dari massa aksi untuk tetap menyuarakan tuntuntan mereka.

Ada beberapa tuntutan massa aksi yang mereka suarakan, antara lain: abut PP78, Tolak Upah Murah, Solidaritas untuk 309 buruh PT. Smelting Gresik, tangkap dalang mega korupsi E-KTP.

Selain itu, FSPMI Batam mengusung isu daerah, yaitu menolak kenaikan tarf dasar listrik (TDL) Kota Batam. Sebelumnya, kenaikan daya tarik listrik mencapai 45% dan telah disetujui oleh Gubernur Kepulauan Riau.

Dan ini yang membuat buruh Batam harus tetap turun kejalan untuk ikut menyuarakan penolakan tarif dasar listrik, perlu diketahui upah minimum kota Batam hanya naik 8.5% sedangkan listrik naik mencapai 45% lebih.

Selain itu, massa aksi juga menuntut agar upah minimum sektoral (UMSK) Kota Batam segera diterbitkan.

Penulis: Roy Sidabutar

Facebook Comments