Tingkat Pengangguran di Bekasi Masih Cukup Tinggi

Tingkat Pengangguran di Bekasi Masih Cukup Tinggi

Bekasi, KPonline – Tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi cukup tinggi bukan isapan jempol. Hal ini terlihat dari masuknya lamaran kerja di salah satu perusahaan mencapai 20 ribu pelamar.

Lamaran yang masuk ke email salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi mencapai 20 ribu dan rata-rata 3500 email masuk setiap harinya.

Sementara informasi yang didapat koran perdjoeangan (13/6) bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bekasi 2023 turun 1,44 persen atau menjadi 8,87 persen. Ini merupakan angka pengangguran terendah sejak delapan tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terakhir kali angka pengangguran berada di bawah 8 persen. Ketika itu, tingkat pengangguran mencapai titik terbaik dengan angka 6,79 persen. Namun setelah itu, tingkat pengangguran terus meroket hingga puncaknya pada 2020 lalu yang mencapai 11,54 persen.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan mengaku bersyukur atas penurunan angka pengangguran ini. Menurut dia, penurunan dihasilkan atas kerja keras semua yang fokus pada penyerapan tenaga kerja.

“Alhamdulillah, ternyata proses tidak mengkhianati hasil, jadi dengan upaya kita melalui berbagai cara berbagai strategi yang kita kembangkan tahun ini. Menurut berita BPS, angka pengangguran turun dari dua digit sekarang satu digit,” kata Dani.

Seperti diketahui, Kabupaten Bekasi menjadi daerah dengan kawasan industri yang besar. Bahkan lebih dari 7.000 pabrik berdiri dan beroperasi di kota jawara ini. Akan tetapi, besarnya kawasan industri tidak membuat persoalan pengangguran teratasi. Justru angka pengangguran terus meningkat dengan mencapai lebih dari seratus ribu jiwa.

Kendati demikian, menurunnya angka pengangguran saat ini membuka tren positif bagi Kabupaten Bekasi. Bahkan tingkat pengangguran terbuka ini menjadi yang terendah sejak sembilan tahun lalu. (Yanto)