Terkait Upah, Jangan Melihat Indonesia Hanya di Jakarta

Jakarta, KPonline – Kawan-kawan, kita sudah mendengar, kenaikan upah minimum tahun 2020 hanya sebesar 8,51%. Kenaikan sebesar itu, sesuai dengan formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Dimana dalam peraturan tersebut diatur, kenaikan upah minimum ditetapkan berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi.

Tahun ini, inflasi nasional yang digunakan sebagai acuan untuk penetapan upah minimum adalah 3,39%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di angka 5,12%.

Kita menolak kenaikan upah minimum yang ditetapkan secara sepihak oleh pemerintah. Tidak ada lagi perundingan yang melibatkan Dewan Pengupahan Kabupaten maupun Provinsi. Tidak ada lagi survey pasar untuk mengetahui berapa sesungguhnya nilai kebutuhan hidup layak untuk para pekerja. Termasuk, tidak ada lagi kepala daerah yang dengan kewenangannya menetapkan upah minimum berdasarkan kearifan lokal.

Ketika tidak ada perundingan dalam penetapan upah minimum, sejatinya pemerintah telah mengkhianati sendiri slogan dialog sosial yang selama ini ia promosikan.

Kawan-kawan, mari kita melihat Indonesia tidak hanya di Jakarta. Dengan naik 8,51% untuk Jakarta; maka nilainya sebesar 326.378 rupiah. Dengan demikian, UMP DKI tahun 2020 berada dalam kisaran 4,2 juta.

Dengan asumsi kenaikan upah minimum di seluruh daerah sebesar 8,515; Mari kita bandingkan dengan Kabupaten Semarang yang naik 174.880 rupiah menjadi 2,2 juta di tahun 2020. Atau Kabupaten Pemalang yang naik 146.201 menjadi 1,8 juta.

Sangat jauh bukan?

Jika kebijakan seperti ini dipertahankan, maka daerah yang saat ini upah minimumnya rendah akan tetap rendah. Padahal bisa jadi, kebutuhan hidup mereka tak kalah tinggi dibandingkan dengan kota-kota yang lain.

Untuk itu, kita mendesak agar PP 78 direvisi. Kemudian secara bersamaan kualitas dan kwantitas KHL ditingkatkan.

Kita sudah melakukan aksi untuk mendesak agar PP 78 segera direvisi. Meski pun hingga saat ini belum berhasil, namun kita berjanji, perjuangan agar kaum buruh mendapatkan upah layak tidak akan pernah berhenti.

Catatan: Tulisan ini juga diterbitkan dalam bentuk narasi video, simak di YOUTUBE MEDIA PERDJOEANGAN