Tangis Relawan Jamkeswatch Kala Jarum Infus Menyentuh Lengan Syifa

  • Whatsapp

Sidoarjo, KPonline – Hati siapa yang tidak terenyuh ketika seorang balita berumur dua tahun yang ditinggal bapaknya harus di menangis keras saat dipasang infus ditangannya sambil berteriak keras, “Ayaaaah, Ayaah….”

Ceritanya, Jumat 14 Desember 2018,Tim Jamkeswatch Sidoarjo yang terdiri dari Khoirul Anam, Agus Sujarwo dan Toha dibantu dari Sarbumusi, Slamet Sayuti membawa Asyifa putri dari Ameline ke Rumah Sakit Umum Sidoarjo.

Mengingat setiap hari selama seminggu ini Tim Jamkeswatch bertemu Amel untuk mengumpulkan data alhasil mereka mengetahui bahwa ditengah kesedihan ini ternyata justru ditinggal pergi sosok Ayah dan suami yang harusnya menjadi sandaran hidup dikala keluarga besar Amel melupakanya lantaran mualaf.

Singkat cerita Asyifa pun berada di IGD untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan nya,tim Jamkeswatch pun ikut masuk untuk membantu Amel, sejurus kemudian Dokter yang memeriksa Asyifa pun memerintahkan perawat untuk memasang infus .

Syifa yang sejak masuk ruangan sudah merasa takut pun mulai merengek dan menangis, saat itu tim Jamkeswatch berusaha ikut menenangkan Syifa, namun ketika jarum infus mulai menyentuh kulit Asyifa teriakan tangis semakin keras.

“Ayaah, Ayaah, Ayaah, Ayaah…”

Syifa terus menangis memanggil ayahnya.

Tim Jamkeswatch yang tadinya tegar mulai goyah dan ikut menangis ,sebagai seorang yang berkeluarga pasti dapat berfikir bagaimana kondisi saat itu.

Balita yang tidak tahu apa apa harus menanggung duka yang menumpuk dan disaat yang sama kerinduannya pada sang ayah pun tak tertahan,kerinduan pada sosok yang diharapkan bisa menjadi sang pelindung, menjadi superhero yang bisa menyelamatkan nya .

Dan dengan terisak, tim Jamkeswatch pun merasa tidak kuat berada di ruangan itu ,dia keluar ruangan sambil menyeka air mata.

Di ruang tunggu dia mengeluarkan hape nya dan terdengar dia berkata, “Iya, besok ayah pulang. Kita jalan-jalan ya.”

Rupanya menjadi relawan Jamkeswatch yang waktu dan tenaganya habis diluar keluarga sendiri justru membuatnya semakin mencintai keluarga.

Salut untuk Tim Kemanusiaan , Jamkeswatch.

(Khoirul Anam/Sidoarjo)