KP Online

Suara Kaum Buruh

Laporan Utama

Tak Hanya Timnas, Upah Indonesia Juga Kalah Jauh dari Malaysia

Jakarta,KPonline – Tim nasional Indonesia kembali menelan kekalahan dari Malaysia pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Bukit Jalil (19/11/2019).

Keunggulan dua gol tanpa balas semakin menegaskan dominasi Malaysia terhadap Indonesia.

Tak hanya urusan sepakbola, Indonesia juga kalah jauh dari Malaysia dalam hal upah buruhnya.

Pemerintah Malaysia telah menerapkan upah sesuai dengan standard ILO dengan cara melakukan Ratifikasi Konvensi ILO No 131 terkait Penetapan Upah
Minimum pada tanggal 7 Juni 2016.

Penerapan Sistem ini salah satunya adalah dengan menghitung Kebutuhan Hidup Layak untuk rumah tangga bukannya pekerja lajang seperti di Indonesia.

Jika anda mengira bahwa ratifikasi ini akan memperburuk iklim usaha, maka anda salah besar ! 

Dengan melakukan ratifikasi justru daya saing investasi Malaysia melejit dengan peringkat kemudahan bisnis di urutan ke-12, meninggalkan Indonesia di urutan 73.

Selain itu sistem pengupahan di Malaysia tidak mengenal istilah Upah Minimum Propinsi atau Kabupaten hanya ada dua jenis upah yang berlaku lebih tepatnya upah minimum berdasarkan zona : satu untuk Semenanjung Malaysia (yang merupakan pusat bisnis dan kawasan industri), dan satu lainnya untuk wilayah Sabah, Sarawak, dan Labuan (kawasan penyangga).

Lalu berapa besaran upah di Malaysia ??

Berdasarkan data terakhir ILO tahun 2014-2015 upah rata-rata buruh di ASEAN adalah : Laos US$ 119/bulan, Kamboja US$ 121/bulan, Indonesia US$ 174/bulan, Vietnam US$ 181/bulan, Filipina US$ 262/bulan, Thailand US$ 352/bulan dan Malaysia US$ 562/bulan.

Upah rata-rata Malaysia sebesar US$ 562/bulan jauh meninggalkan Indonesia yang hanya US$ 174/bulan.

Jadi wajar jika timnas Indonesia kalah, karena penghasilan yang minim juga berakibat asupan gizi juga rendah dan prestasi yang pas-pasan