Susunan Pengurus PUK SPEE FSPMI PT Kiyokuni Indonesia Periode 2026-2030 Hasil Musnik VII

Susunan Pengurus PUK SPEE FSPMI PT Kiyokuni Indonesia Periode 2026-2030 Hasil Musnik VII

Bekasi, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPEE FSPMI) PT Kiyokuni Indonesia sukses melaksanakan Musyawarah Unit Kerja (Musnik) VII yang digelar di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (05/07/2026).

Agenda Musnik VII tersebut menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat unit kerja dalam rangka evaluasi, konsolidasi, serta pemilihan dan penyusunan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030.

Melalui sidang formatur, Musnik VII PUK SPEE FSPMI PT Kiyokuni Indonesia berhasil menetapkan susunan kepengurusan baru sebagai berikut :

1. Ketua: Heri Himawan, S.H.
2. Wakil Ketua I: Nana Suryana
3. Wakil Ketua II: Ruri Samsuri
4. Wakil Ketua III: Mugi Widodo, S.H.
5. Wakil Ketua IV: Ahmad Tohari
6. Wakil Ketua V : Mudjiharto
7. Wakil Ketua VI: Evi Lutfiah
8. Sekretaris: Icuk Syihabudin
9. Wakil Sekretaris I: Doni Hendri
10. Wakil Sekretaris II: Septa Ali
11. Wakil Sekretaris III: Bakti Haryadi
12. Wakil Sekretaris IV: M. Taufan
13. Wakil Sekretaris V: Arnedi
14. Wakil Sekretaris VI: Arista
15. Bendahara: Siti Khodijah

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, diharapkan PUK SPEE FSPMI PT Kiyokuni Indonesia dapat semakin memperkuat konsolidasi internal organisasi serta meningkatkan perjuangan dan advokasi hak-hak pekerja, baik di tingkat perusahaan maupun dalam lingkup gerakan buruh nasional.

Prosesi pengukuhan kepengurusan dilakukan oleh Ketua PC SPEE FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Isnaini Marzuki, S.H.

Dalam sambutannya, Isnaini Marzuki menyampaikan pesan agar anggota PUK Kiyokuni terus memberikan dukungan terhadap jalannya program-program kerja organisasi.

“Marilah kita bersama-sama mendukung kepengurusan yang telah terbentuk ini. Saya juga mengingatkan, apabila terdapat hal-hal yang perlu dievaluasi atau masukan terkait kepengurusan, sampaikan secara langsung melalui forum organisasi. Jangan membicarakannya di belakang, karena semua ini demi kebaikan dan kemajuan organisasi agar dapat berjalan lebih baik,” ujarnya

Isnaini juga menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan konsolidasi internal agar organisasi dapat berjalan efektif dan solid dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Musnik VII kemudian resmi ditutup oleh Isnaini Marzuki, S.H., yang sekaligus memberikan harapan agar kepengurusan baru dapat segera menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memperkuat perjuangan buruh di lingkungan perusahaan maupun gerakan pekerja secara lebih luas. (Egi Dwi)