Subang, KPonline – Wakil Ketua Umum SPAMK FSPMI, Supriyadi alias Piyonk, memberikan penguatan dan motivasi kepemimpinan kepada jajaran organisasi dalam agenda character building yang digelar selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, di Campervan Park Sari Ater, Ciater, Subang, Jawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Supriyadi menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan memberikan instruksi. Seorang pemimpin harus mampu menginspirasi, menggerakkan, mengarahkan, sekaligus membangun kepercayaan dan komitmen anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama.
Menurut Supriyadi, kepemimpinan yang kuat harus dibangun melalui keteladanan. Pemimpin tidak cukup hanya berbicara tentang disiplin, loyalitas, tanggung jawab, dan perjuangan, tetapi harus mampu menunjukkan nilai-nilai tersebut melalui tindakan nyata.
“Pemimpin harus mampu menjadi contoh. Apa yang kita sampaikan kepada anggota harus terlebih dahulu kita tunjukkan melalui tindakan,” menjadi salah satu pesan penting dalam penguatan kepemimpinan tersebut.
Supriyadi juga menilai bahwa motivasi kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja dan keterlibatan anggota. Ketika anggota merasa dihargai, didukung, dan diberikan ruang untuk berkontribusi, semangat dalam bekerja maupun berorganisasi akan tumbuh semakin kuat.
Sebaliknya, kepemimpinan yang hanya mengandalkan perintah tanpa komunikasi dan keteladanan berpotensi menciptakan jarak antara pemimpin dengan anggota serta melemahkan soliditas organisasi.
Karena itu, pemimpin dituntut mampu membangun komunikasi yang terbuka. Pemimpin harus bersedia mendengar aspirasi, kritik, dan masukan dari anggota, sekaligus memberikan arahan yang jelas dalam menjalankan roda organisasi.
“Organisasi yang sehat bukan organisasi yang tidak memiliki perbedaan pendapat. Justru organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” demikian penekanan Supriyadi.
Selain komunikasi, penghargaan terhadap kontribusi anggota dan pemberian kepercayaan juga menjadi bagian penting dalam kepemimpinan.
Setiap anggota perlu diberikan ruang untuk berkembang, berkontribusi, dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan sesuai dengan kapasitasnya. Dengan demikian, loyalitas terhadap organisasi tidak dibangun melalui tekanan, tetapi melalui rasa memiliki, kepercayaan, dan kesadaran bersama.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penguatan karakter organisasi SPAMK FSPMI. Kepemimpinan tidak boleh berhenti pada jabatan dan struktur organisasi, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, tanggung jawab, keteladanan, serta kemampuan menjaga soliditas dan kekompakan.
Melalui agenda character building selama dua hari di Ciater tersebut, penguatan karakter dan kepemimpinan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan harus mampu diterjemahkan ke dalam kerja-kerja organisasi ketika seluruh peserta kembali ke wilayah masing-masing.
Sebab, pada akhirnya, pemimpin yang sesungguhnya bukanlah mereka yang paling banyak memberikan perintah, melainkan mereka yang mampu membuat anggota bergerak dengan kesadaran, kepercayaan, keteladanan, dan tujuan perjuangan yang sama.



